Minggu, 27 September 2026

Inflasi Berbalik Deflasi di Aceh, Sumut, Sumbar, Kerja Cepat Pemerintah Pascabencana Berbuah Hasil

Jakarta, PaluEkspres.com – Data Bada Pusat Statistik (BPS) menunjukkan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Desember 2025 di wilayah yang tedampak bencana di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat mencatatkan inflasi. Untuk Aceh terjadi inflasi 3,6 persen, Sumatra Utara 1,6 persen, dan Sumatra Barat 1,48 persen.

Perlu diketahui, angka inflasi Aceh pada akhir 2025 ini menjadi yang tertinggi dibandingkan eluruh kota di Indonesia.

Yang menarik, laju inflasi yang tinggi di masing-masih provinsi tersebut, kemudian berbalik menjadi deflasi pada Januari 2026.

Untuk Aceh mencatat deflasi -0,15 persen, Sumatra Utara deflasi -0,75 persen, dan Sumatra Barat deflasi -1,15 persen.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasari mengatakan penyebab terjadinya deflasi di ketiga wilayah tersebut dikarenakan harga-harga komoditas sudah menurun pasca bencana di akhir November 2025.

“Ini juga menjadi bukti bahwa upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan, mulai dari pembukaan akses jalan dan sarana infrastruktur dasar lainnya sudah membuahkan hasil,” kata Amalia dalam keterangan, Rabu (4/2).

Amalia kemudian merinci berbagai jenis komoditas yang harnya sudah turun di wilayah yang terdampak bencana teresbut.

Untuk Aceh, komoditas penyumbang deflasi paling tinggi adalah Telur Ayam Ras, Cabai Merah, Beras, Bahan Bakar Rumah Tangga, dan Minyak Goreng.

Sementara untuk Sumatra Utara, komoditas yang harganya sudah turun dan menyumbang deflasi diantaranya Cabai Merah, Cabai Rawit, Kelapa, Bawang Merah, dan Bayam.

Sedangkan di Sumatra Barat, penyumbang deflasi paling tinggi yaitu Cabai Merah, Tarif Air Minum PAM, Bawang Merah, Tarif Angkutan Antarkota, dan Cabai Hijau.

“Jadi Secara umum, komoditas kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi terbesar di ketiga wilayah tersebut. Ini menandakan wilayah yang terdampak bencana perlahan mulai pulih Kembali,” tegas Kepala BPS.

Ekonomi RI Catat Deflasi di Januari 2026

Perlu diketahui, Pada Januari 2026, Indonesia mengalami deflasi sebesar 0,15 persen. Deflasi ini terjadi akibat penurunan IHK dari 109,92 pada Desember 2025 menjadi 109,75. Penurunan harga secara umum tersebut mencerminkan melemahnya tekanan harga pada awal tahun.

BPS mencatat kelompok pengeluaran makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang deflasi bulanan terbesar dengan penurunan sebesar 1,03 persen dan andil deflasi mencapai -0,30 persen.

Komoditas utama yang mendorong deflasi pada kelompok ini adalah cabai merah dengan andil deflasi 0,16 persen, diikuti cabai rawit 0,08 persen, bawang merah 0,07 persen, daging ayam ras 0,05 persen, dan telur ayam 0,03 persen. Selain itu, bensin dan tarif angkutan udara juga memberikan andil deflasi masing-masing sebesar 0,03 persen.

Di sisi lain, terdapat beberapa komoditas yang memberikan andil inflasi pada Januari 2026. Emas perhiasan menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,16 persen, disusul ikan segar sebesar 0,06 persen dan tomat yang memberikan andil inflasi 0,02 persen.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam