Minggu, 27 September 2026

Di Tengah Koreksi Rupiah, Pemerintah Jelaskan Perbedaan Kekuatan Ekonomi RI 2026 dengan 1998

Jakarta, PaluEkspres.com– Nilai tukar rupiah menembus level Rp17.600 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini memunculkan kekhawatiran sebagian masyarakat yang teringat pada krisis moneter 1998, saat rupiah anjlok dan ekonomi Indonesia runtuh. Namun, pemerintah menegaskan situasi saat ini sangat berbeda.

Pada 1998, rupiah terpuruk hingga memicu badai ekonomi besar yaitu inflasi melonjak, bank-bank kolaps, hingga pertumbuhan ekonomi jatuh dalam jurang resesi. Namun pada 2026, pelemahan rupiah justru terjadi di tengah fondasi ekonomi yang masih kuat.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa menyamakan kondisi saat ini dengan 1998 merupakan kekeliruan. Menurutnya, konteks ekonomi dan stabilitas nasional sekarang jauh berbeda dibanding masa krisis dua dekade lalu.

“Kalau rupiah melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 1998 lagi. Beda, 1998 itu kebijakannya salah dan instability social-politic terjadi setelah setahun kita resesi,” kata Purbaya ditulis, Selasa (19/5).

Perbedaan paling mencolok terlihat dari kondisi inflasi. Pada puncak krisis 1998, Indonesia mengalami lonjakan harga yang sangat tinggi atau hiperinflasi, mencapai lebih dari 77 persen. Harga kebutuhan pokok melambung dan daya beli masyarakat anjlok.

Kini, meski rupiah melemah, inflasi Indonesia pada April 2026 tercatat hanya 2,41 persen, masih berada dalam rentang target pemerintah di kisaran plus minus 3 persen.

Dari sisi pertumbuhan ekonomi, jaraknya bahkan lebih kontras. Pada 1998, ekonomi Indonesia negatif 13 persen. Aktivitas usaha lumpuh dan pengangguran melonjak tajam. Sementara pada triwulan I-2026, ekonomi Indonesia justru tumbuh 5,61 persen, menunjukkan konsumsi dan investasi masih bergerak positif.

Kesehatan sektor perbankan juga menjadi pembeda utama. Saat krisis 1998, banyak bank kehilangan modal sehingga rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) berada di zona negatif. Kredit macet atau non-performing loan (NPL) bahkan menembus sekitar 30 persen.

Per Februari 2026, CAR perbankan tercatat sebesar 25,83 persen, level yang tergolong kuat. Di saat yang sama, rasio kredit bermasalah masih terjaga di level 2,17 persen secara bruto. Dengan demikian, sistem perbankan masih memiliki bantalan modal yang cukup tebal untuk menghadapi tekanan eksternal.

Cadangan devisa juga menunjukkan perbedaan besar. Pada 1998, Indonesia hanya memiliki sekitar USD 17,4 miliar sebagai penyangga stabilitas nilai tukar dan pembayaran luar negeri. Kini, posisi cadangan devisa per April 2026 mencapai USD 146 miliar, memberi ruang lebih luas bagi otoritas untuk menjaga kestabilan pasar keuangan.

“Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus, tidak usah khawatir,” jelasnya.

Dengan kata lain, meski rupiah pada 2026 sama-sama menghadapi tekanan seperti 1998 secara nominal, kondisi ekonomi Indonesia berada di titik yang jauh berbeda.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam