Jakarta, PaluEkspres.com – Pemerintah mulai menyiapkan arah kebijakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2027. Hal ini disampaikan Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR RI, Jakarta.
Prabowo menjelaskan, APBN bukan sekadar sebagai dokumen fiskal, melainkan instrumen utama negara untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Di tengah tantangan ekonomi global yang belum sepenuhnya reda, pemerintah memasang sejumlah asumsi ekonomi makro sebagai fondasi penyusunan anggaran negara dua tahun mendatang.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa APBN harus dipahami sebagai alat perjuangan negara dalam menjalankan amanat konstitusi.
Menurutnya, setiap rupiah yang dirancang dalam APBN memiliki tujuan besar yaitu melindungi rakyat dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Saya telah disumpah di hadapan rakyat, tugas saya untuk menjalankan UUD 1945, saya bertanggung jawab untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Bertanggung jawab untuk memajukan kesejahteraan,” ujar Prabowo, Rabu (20/5).
Ia menekankan bahwa APBN tidak boleh dipandang semata sebagai catatan penerimaan dan belanja negara.
Lebih dari itu, anggaran negara menjadi instrumen strategis untuk memastikan pembangunan berjalan searah dengan cita-cita kesejahteraan nasional.
“APBN adalah wujud alat perjuangan kita sebagai bangsa. APBN adalah alat untuk melindungi rakyat, alat untuk memperkokoh dasar dan sendi ekonomi bangsa. Alat untuk memastikan setiap warga negara bisa hidup lebih sejahtera, dan menjadi alat menjadi pedoman kita ke depan,” kata Prabowo.
Dengan semangat tersebut, pemerintah menyusun APBN 2027 sebagai bentuk komitmen bersama untuk menerjemahkan amanat konstitusi ke dalam kebijakan yang konkret.
APBN diharapkan menjadi jembatan antara target pertumbuhan ekonomi dengan pemerataan kesejahteraan masyarakat.
Postur APBN 2027
- Pendapatan negara: 11,82–12,40% PDB
- Belanja negara: 13,62–14,80% PDB
- Defisit anggaran: 1,80–2,40% PDB
Asumsi Dasar Ekonomi Makro 2027
- Pertumbuhan ekonomi:5,8–6,5%
- Inflasi: 1,5–3,5%
- Suku bunga SBN 10 tahun: 6,5–7,3%
- Nilai tukar rupiah: Rp16.800–17.500 per USD
- Harga minyak mentah Indonesia (ICP): USD70–95 per barel
- Lifting minyak mentah: 602–615 ribu barel per hari (RBPH)
- Lifting gas bumi: 934–977 ribu barel setara minyak per hari (RBSMPH)
Target Pembangunan 2027
- Tingkat kemiskinan: turun menjadi 6,0–6,5%
- Pengangguran terbuka: 4,30–4,87%
- Rasio Gini: 0,362–0,367
- Indeks modal manusia: 0,575
- Indeks kesejahteraan petani: 0,8038
- Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81%






