Sigi, PaluEkspres.com – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid turun langsung meninjau wilayah terdampak gempa bumi di Kecamatan Nokilalaki, Kabupaten Sigi, Rabu (17/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Anwar memastikan kebutuhan dasar warga korban gempa segera terpenuhi.
Lima desa yang dikunjungi yakni Desa Bulili, Desa Sopu, Desa Kadidia, Kamarora A, dan Kamarora B. Gubernur didampingi Kapolda Sulawesi Tengah, Pangdam, perwakilan BNPB Pusat, Danrem, serta unsur Forkopimda lainnya.
Selain melihat langsung kondisi lapangan, rombongan juga menggelar rapat bersama para kepala desa untuk mendengar kebutuhan mendesak masyarakat pascagempa.
Dari hasil pertemuan itu, warga menyampaikan kebutuhan utama berupa air bersih, terpal atau tenda darurat, obat-obatan, selimut, hingga perlengkapan untuk anak-anak. Persoalan air bersih menjadi perhatian serius karena sejumlah sumber air warga tertutup material longsor akibat gempa.
“Kami baru saja rapat dengan seluruh kepala desa. Masyarakat menyampaikan kebutuhan utama mereka adalah tenda karena masih takut tinggal di dalam rumah. Selain itu, mereka membutuhkan air minum bersih karena sumber air tertutup longsor, serta obat-obatan dan selimut untuk anak-anak,” kata Anwar Hafid.
Menurut Anwar, dari lima desa yang terdampak, Kamarora B menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan. Trauma warga masih terasa kuat, terutama karena pengalaman menghadapi bencana besar pada 2018 silam.
Bahkan, kata dia, terdapat seorang ibu yang terpaksa melahirkan di tenda darurat lantaran masih dihantui trauma gempa sehingga enggan berada di dalam rumah.
Sebagai langkah tanggap darurat, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah langsung menyiapkan 550 unit tenda terpal untuk masyarakat terdampak. Jumlah tersebut sengaja disiapkan melebihi kebutuhan saat ini sebagai langkah antisipasi apabila kondisi berkembang.
Selain tenda terpal, pemerintah juga akan mendistribusikan tenda portable dan selimut kepada warga yang masih bertahan di sekitar rumah mereka.
Pemprov Sulteng juga menyalurkan sekitar 650 paket sembako bagi masyarakat terdampak. Berdasarkan data sementara, sedikitnya 550 kepala keluarga mengalami dampak pada tempat tinggal mereka.
“Insya Allah sore ini seluruh kebutuhan darurat akan kami siapkan. Tahap awal yang paling penting adalah menyelamatkan masyarakat dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi,” tegas Anwar.
Untuk mengatasi krisis air bersih, Dinas Cipta Karya dan Sumber Daya Air (Cikasda) Provinsi Sulawesi Tengah akan menyuplai air bersih setiap hari hingga sumber air warga kembali dapat digunakan.
Di sisi lain, pemerintah juga mulai melakukan asesmen terhadap rumah-rumah warga yang rusak akibat gempa. Pendataan dilakukan untuk menentukan tingkat kerusakan, baik rusak ringan maupun rusak berat, yang nantinya menjadi dasar penyusunan program rehabilitasi dan rekonstruksi.
Anwar turut mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, namun tidak larut dalam kepanikan.
“Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan memperhatikan situasi saat beraktivitas. Namun tidak perlu panik karena berdasarkan informasi BMKG, gempa susulan semakin melemah dan mudah-mudahan segera berakhir,” ujarnya.
Pemerintah daerah juga telah mengambil sejumlah langkah antisipasi, termasuk meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar di wilayah terdampak guna menjamin keselamatan warga.
Pemprov Sulawesi Tengah bersama TNI, Polri, BNPB, dan seluruh unsur terkait memastikan penanganan darurat terus dilakukan hingga kondisi masyarakat kembali aman dan aktivitas warga dapat berjalan normal.






