Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Pakai Kaos Palu Arit, Turis Malaysia Diamankan saat Sarapan

PALU EKSPRES, LOMBOK – Seorang warga negara Malaysia, Mohd Tarmizi, ditangkap saat sedang berada di salah satu hotel di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pasalnya, saat sarapan di hotel, sekitar pukul 09.30 Wita, kemarin (12/4), Tarmizi mengenakan kaus hitam berlogo palu arit.

Kaus yang dikenakannya rupanya memancing kecurigaan sekuriti hotel. Mereka lantas melaporkan temuan itu kepada Bhabinkamtibmas dan piket POM TNI AU. Tak berselang lama, anggota intel Lanud AU bersama aparat kepolisian mengamankan Tarmizi.

Pria 50 tahun ini lantas dibawa ke Polsek Mataram bersama rekannya yang juga dari Malaysia, yakni Afazanizam, untuk diinterogasi. Menurut keterangan polisi, yang bersangkutan telah dua hari menginap di Lombok.

Dia tiba di Lombok sejak Senin (10/4) dan langsung memutuskan untuk menginap di sebuah hotel di Jalan Jendral Sudirman, Mataram.

Rencananya Tarmizi dan Afazanizam akan berada di Lombok selama empat hari. Sebelum membawa Tarmizi ke kantor polisi, petugas sempat melakukan penggeledahan di kamarnya. Namun tidak ada barang bukti lain yang didapatkan petugas. Mereka hanya mengamankan satu kaus berlogo palu arit yang dikenakan Tarmizi.

”Sempat dilakukan pemeriksaan, tapi tidak ada atribut yang berlambang palu arit,” kata Kapolres Mataram AKBP Muhammad, kemarin.

Hasil interogasi sementara, kepada polisi Tarmizi mengatakan tak mengetahui jika baju dengan gambar mirip logo Partai Komunis Indonesia (PKI) tersebut tak diperbolehkan di Indonesia.

Sebab menurutnya, di Malaysia, setiap orang bebas untuk mengenakan atribut palu arit.

”Dia tidak tahu, bajunya sendiri itu dibeli di Rusia pas dia berkunjung ke sana,” bebernya.

Terkait dengan kedatangannya ke Lombok, yang bersangkutan ternyata dalam rangka pekerjaan. Rencananya dia akan mengunjungi seseorang untuk mengurus surat tenaga kerja.

Karena itu, terkait dengan tujuan Tarmizi, lanjut Muhammad, pihaknya berencana akan melakukan koordinasi dengan Kantor Imigrasi Mataram. Langkah ini untuk memastikan apakah visa yang dikantonginya sesuai dengan tujuan dia selama berada di Lombok.

”Nanti akan kita koordinasikan dengan Imigrasi juga,” kata Kapolres.

Sementara itu, hingga sore kemarin, Tarmizi masih diinterogasi Satintelkam Polres Mataram. Namun baju yang ia kenakan telah dicopot dan disita petugas kepolisian.

”Masih kita mintai keterangan,” pungkasnya.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital