Sabtu, 8 Agustus 2026

Mengejutkan, Ahmadinejad Kembali Daftar Pilpres Iran

PALU EKSPRES, TEHERAN – Masyarakat Iran dibuat terkejut oleh kehadiran mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad di kantor panitia pemilihan umum, Rabu (12/4). Politikus 60 tahun itu mendaftar untuk ikut pemilu 19 Mei nanti.

Langkah pria yang pernah berkuasa dua periode itu tak terduga. Sebab, Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran, meminta Ahmadinejad tak mencalonkan diri pada September tahun lalu. Perintah Khamenei biasanya tak pernah ditentang para petinggi di Iran.

Tahun lalu Ahmadinejad memang mengungkapkan rencananya mencalonkan diri untuk menantang petahana Presiden Iran Hassan Rouhani. Namun, menurut Khamenei, jika itu terjadi, penduduk akan terpolarisasi dalam dua kutub yang terpisah.

Rouhani dan Ahmadinejad memiliki pandangan yang berbeda. Rouhani lebih moderat dan mau berkompromi. Dia berhasil mencapai kesepakatan soal pengayaan dan teknologi nuklir pada 2015 yang berujung pada pencabutan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Sebaliknya, Ahmadinejad cenderung keras dan menentang negara-negara Barat. Sebulan setelah pernyataan Khamenei, Ahmadinejad menuturkan bahwa dirinya bakal menurut.

Namun, kemarin Ahmadinejad menunjukkan sikap yang berbeda. Saat ditanyai jurnalis setelah mendaftarkan diri, Ahmadinejad menampik bahwa dirinya kini menentang Khamenei.

Menurut dia, pernyataan Khamenei adalah saran, bukan sebuah larangan. ’’Saya ulangi bahwa saya berkomitmen terhadap janji moral saya untuk tidak mengikuti pemilihan presiden dan kehadiran serta pendaftaran saya hanya untuk mendukung Baghaei,’’ ujarnya.

Yang dimaksud Ahmadinejad adalah Hamid Baghaei, mantan wakil presiden. Dia juga mencalonkan diri sebagai presiden. Dengan mendaftarkan dirinya dan Bagahei, Ahmadinejad ingin menempatkan Guardian Council dalam posisi sulit. Yakni, meloloskan Ahmadinejad atau Baghaei.

Guardian Council adalah dewan yang terdiri atas para ulama dan ahli hukum. Merekalah yang memilih siapa saja yang layak mengikuti pilpres.

Pendafataran kandidat presiden Iran dibuka sejak Selasa (11/4) dan ditutup pada Sabtu (15/4). Pada hari pertama, ada 120 kandidat yang mencalonkan diri. Di antaranya, enam perempuan dan tujuh ulama.

Ketika pendaftaran ditutup, Guardian Council akan memeriksa kelayakan masing-masing kandidat. Hasil seleksi diumumkan 27 April mendatang. Biasanya kandidat perempuan dan mereka yang berbeda pandangan langsung dicoret dari daftar.

(Reuters/AP/AlJazeera/sha/)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital