Jakarta, PaluEkspres.com – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto menginformasikan kondisi infrastruktur di wilayah terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), berangsur pulih.
Saat ini sudah tidak ada lagi ruas jalan yang terputus akibat longsor maupun kerusakan jembatan. Meski belum sepenuhnya kembali seperti kondisi sebelum bencana, seluruh akses tersebut sudah dapat dilalui secara fungsional.
“Terkait dengan infrastruktur, kami laporkan bahwa sekarang tidak ada lagi jalan yang tidak bisa dilalui karena longsor, atau gara-gara jembatannya rusak. Memang tidak pulih seperti sebelum terjadi bencana, tetapi secara fungsional ini semuanya sudah bisa dilalui,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (24/8).
Dia mengatakan proses pemulihan dan perbaikan infrastruktur masih terus dilakukan secara bertahap oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU).
Menurut Suharyanto, pemulihan juga terjadi pada sejumlah infrastruktur dasar lainnya, mulai dari listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga jaringan telekomunikasi.
Untuk kelistrikan, PLN melaporkan kondisi di Pulau Flores telah pulih sepenuhnya. Sementara itu, pemulihan listrik di Pulau Palue masih berlangsung secara bertahap.
“Untuk Pulau Palue ini secara berangsur-angsur kondisinya 84,59 persen,” ujar dia.
Di sektor energi, Suharyanto mengatakan seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Pulau Flores juga telah kembali beroperasi. Dari total 56 SPBU, seluruhnya sudah melayani kebutuhan masyarakat.
“Satu SPBU di Manggarai beroperasi secara darurat,” katanya.
Untuk telekomunikasi, pemulihan jaringan BTS juga telah mencapai 100 persen.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah infrastruktur air bersih yang membutuhkan penanganan lebih lanjut. BNPB mencatat terdapat dua bendungan, yakni satu jaringan irigasi dan dua sumur yang terdampak bencana.
BNPB juga terus memberikan bantuan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama proses pemulihan.
“Kementerian PU, BNPB, dan kementerian/lembaga terkait juga terus memberikan bantuan kebutuhan air bagi masyarakat terdampak,” kata dia.






