Selasa, 29 September 2026

Abu Vulkanik Letusan Anak Krakatau Sudah Sampai Jakarta

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan situasi dapat berubah mengikuti aktivitas gunung dan kondisi atmosfer.
Pemerintah juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan situasi dapat berubah mengikuti aktivitas gunung dan kondisi atmosfer.
Indonesia • Volcanic Ash Alert

Abu Anak Krakatau Mencapai Jakarta

Sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau bergerak ke sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda, termasuk sebagian Jakarta, Banten dan Jawa Barat.
6 September 2026 • Pembaruan berbasis pemantauan BMKG
⚠️ WASPADA ABU VULKANIK — Ikuti informasi resmi pemerintah

Erupsi Gunung Anak Krakatau tidak hanya menjadi persoalan di sekitar Selat Sunda. Partikel abu yang terbawa angin telah mencapai wilayah metropolitan Jakarta dan sekitarnya.

2 Klaster utama sebaran abu yang diidentifikasi BMKG melalui analisis satelit.
20.000 ft Salah satu klaster abu terpantau hingga sekitar ketinggian tersebut.
24 JAM BMKG meningkatkan pemantauan terhadap aktivitas, atmosfer, penerbangan dan kondisi laut.
PERGERAKAN SEBARAN ABU — DIAGRAM INFORMASI
🌋 Anak Krakatau
→
Selat Sunda
→
Banten
Jakarta
Jawa Barat

🌋 Anak Krakatau
→
Lampung
Bengkulu
Sumatera Selatan

5M: Lima langkah melindungi diri

Klik setiap kartu untuk melihat tindakan yang dianjurkan ketika wilayah tempat tinggal mulai terdampak abu vulkanik.

Pilih salah satu langkah di atas.
“Tetap waspada, lindungi diri dan keluarga, mari bersama-sama jaga Jakarta.”

Bagaimana situasinya?

PEMANTAUAN SATELIT

BMKG menganalisis citra Himawari-9 bersama informasi PVMBG dan VAAC Darwin untuk memantau pergerakan abu.

SEBARAN ABU

Salah satu klaster bergerak ke arah timur laut hingga selatan dan mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat.

RESPONS JAKARTA

Pemprov DKI meminta masyarakat mengurangi paparan abu, menggunakan masker dan mengikuti informasi resmi.

RISIKO TSUNAMI

BMKG menyatakan belum mendeteksi anomali muka air laut yang menunjukkan potensi tsunami akibat erupsi ini.

Yang perlu diingat

Abu vulkanik dapat mengganggu kualitas udara dan mengiritasi saluran pernapasan maupun mata. Karena itu, warga di kawasan terdampak sebaiknya mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama ketika konsentrasi abu meningkat.

Pemerintah juga meminta masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Perkembangan situasi dapat berubah mengikuti aktivitas gunung dan kondisi atmosfer.

Sumber utama: BMKG, PVMBG/Badan Geologi, Pemprov DKI Jakarta. Informasi diperbarui berdasarkan kondisi 6 September 2026.
302 Found

302

Found

The document has been temporarily moved.