Senin, 19 Oktober 2026

Dua Puluh Tahun Setia pada Hobi, Judha dan Tim Pokémon Unite Kibarkan Merah Putih di Nagoya

NAGOYA, PALUEKSPRES.COM – Judha Raja Panggabean dan keempat rekannya sempat yakin pertandingan akan berlanjut ke gim kelima. Tim Pokémon Unite Indonesia sudah merebut gim pertama dari tuan rumah Jepang di final Asian Games Aichi-Nagoya 2026, dan gim keempat nyaris jadi milik mereka. Namun laga beregu lima lawan lima itu berakhir 1-3, dan Indonesia pulang membawa medali perak.

“Dikit lagi harusnya kita bisa memenangkan game empat lalu lanjut ke game lima,” kata Judha usai laga.

Ada sedikit sesal dalam kalimat itu, tapi rasa bangga tim jauh lebih besar. Sebelum turnamen dimulai, mereka hanya menargetkan perunggu. “Sebelum Asian Games dimulai target kami perunggu. Tapi kami selalu percaya bisa melakukan persiapan terbaik,” ujar Judha.

Bagi Judha, medali ini adalah ujung dari perjalanan pribadi yang sangat panjang. Ia mulai menekuni gim kompetitif saat masih kelas 6 SD pada 2006, dengan Dota 1 sebagai gim pertamanya.

“Aku mendalami games atau esports sejak kelas 6 SD, 20 tahun yang lalu mungkin, tahun 2006. Game pertama aku Dota 1,” kenangnya.

Dua puluh tahun adalah waktu yang sangat panjang di dunia esports, tempat karier atlet sering kali singkat dan gim populer datang silih berganti. Judha tetap bertahan. Ia terus belajar, berpindah gim, lalu menemukan tempatnya di Pokémon Unite. Judhala latihan, ia rajin menonton turnamen dan mengikuti perkembangan berbagai gim mobile lain. Dari kebiasaan itu ia paham bahwa di level internasional kemampuan individu saja tidak cukup.

Pokémon Judha adalah nomor beregu. Setiap pemain punya peran masing-masing, dan kemenangan hanya datang jika kelimanya bergerak sebagai satu kesatuan. Menurut Judha, fondasi permainan ini adalah kekompakan tim, ditambah pemahaman gaya bermain tim dari berbagai negara.

Kekompakan itu dibangun selama sekitar 60 hari pemusatan latihan nasional bersama Marcello Hillers, Muhammad Haikal, Novrizal Diananta Said, dan Denny Ardianyanto. Mereka berlatih, menyusun strategi bersama pelatih, dan belajar saling membaca di dalam permainan.

Hasilnya terlihat di Nagoya. Indonesia beberapa kali tertinggal lebih dulu di fase grup, tetapi selalu bangkit dan menang atas Singapura dan Hong Kong dengan skor 2-1. Malaysia disingkirkan 2-0 di perempat final, lalu Filipina dengan skor yang sama di semifinal.

“Setiap pemain harus menjalankan perannya. Kami mengandalkan strategi pelatih dan draft, dan kelima pemain memberikan penampilan terbaik,” kata Judha menjelang final.

Chef de Mission Kontingen Indonesia Todotua Pasaribu menyebut capaian ini istimewa. “Anak-anak muda ini pertama kali bertanding langsung dapat perak,” ujarnya.

Dua puluh tahun lalu, mungkin tidak banyak orang yang membayangkan anak kelas 6 SD yang asyik bermain Dota akan berdiri di podium Asian Games bersama timnya. Karena itu Judha ingin generasi muda tidak ragu menekuni apa yang mereka sukai.

“Jika kamu punya hobi, coba dikejar dan diseriusin. Karena mungkin saja dari sana ada kesempatan untuk mencapai sesuatu yang luar biasa, seperti aku yang dapat medali perak untuk Indonesia di Asian Games 2026,” pesannya.

Perjalanan mereka belum selesai. Usai Nagoya, Judha dan rekan setimnya bersiap menuju Kejuaraan Dunia dengan satu keyakinan baru, yaitu gelar juara ternyata tidak sejauh yang mereka kira.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam