JAKARTA, PALUEKSPRES.COM – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arrmanatha Christiawan Nasir atau akrab disapa Tata dilaporkan segera menggantikan Sugiono sebagai Menteri Luar Negeri (Menlu). Pelantikan akan dilakukan pada Kamis, (1/10/2026) pukul 14.00 WIB.
Dalam skenario reshuffle yang beredar, Sugiono akan bergeser dari kursi Menlu untuk menggantikan Pratikno sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).
Menko PMK Pratikno sebelumnya merespons kabar dirinya bakal digantikan Sugiono. Pratikno tertawa ketika ditanya mengenai isu tersebut seusai menghadiri kegiatan di Jakarta Selatan, Kamis (1/10/2026).
“Enggak ada, enggak ada… Ya ini kita enggak tahu kok,” kata Pratikno seperti diberitakan sejumlah media.
Saat kembali ditanya apakah dirinya akan mendapatkan posisi baru dalam reshuffle, Pratikno kembali tertawa.
“(Tertawa) Kamu ada-ada aja kamu,” ujarnya.
Nama Arrmanatha Nasir Kembali Muncul
Nama Arrmanatha Nasir bukan kali ini saja muncul dalam isu pergantian Menlu.
Pada September 2026, Arrmanatha juga sempat disebut sebagai opsi untuk menggantikan Sugiono sebagai Menlu. Ketika itu, Sugiono dilaporkan akan dipindahkan menjadi Menko PMK menggantikan Pratikno.
Sementara itu, informasi yang beredar pada Kamis (1/10) juga menyebut sejumlah posisi lain mengalami perubahan. Salah satunya posisi Menko PMK yang disebut akan ditempati Sugiono.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan proses administrasi terkait agenda pelantikan sedang dipersiapkan. Namun, daftar nama dan posisi yang beredar belum dapat dipastikan sebagai susunan resmi hasil reshuffle.
Sosok Arrmanatha Nasir alias Tata
Arrmanatha Christiawan Nasir merupakan diplomat karier Kementerian Luar Negeri. Pria yang akrab disapa Tata itu lahir di Bangkok, Thailand, pada 30 Desember 1971.
Tata menyelesaikan pendidikan sarjana bidang ekonomi di University of Buckingham, Inggris. Dia kemudian meraih gelar magister dari University of Leicester dan Universitas Indonesia.
Karier diplomatiknya dimulai setelah bergabung dengan Kementerian Luar Negeri pada 1997. Dia pernah menjalankan sejumlah penugasan di lingkungan Kemlu maupun perwakilan Indonesia di luar negeri.
Tata pernah menjadi Sekretaris Kedua Perutusan Tetap RI untuk PBB di Jenewa. Dia juga pernah bertugas sebagai Sekretaris Pertama Perutusan Tetap RI untuk PBB di New York dan menangani isu ekonomi serta pembangunan di forum Majelis Umum PBB dan ECOSOC.
Kariernya kemudian berlanjut sebagai Duta Besar RI untuk Prancis, Andorra, Monako, dan UNESCO pada 2019-2021. Setelah itu, dia dipercaya menjadi Duta Besar/Wakil Tetap RI untuk PBB dan Otoritas Dasar Laut Internasional di New York.
Pada 2024, Prabowo menunjuk Tata sebagai salah satu dari tiga Wakil Menteri Luar Negeri untuk mendampingi Menlu Sugiono. Dalam susunan awal Kabinet Merah Putih, Arrmanatha tercatat sebagai Wamenlu bersama Muhammad Anis Matta dan Arif Havas Oegroseno.
Posisi tersebut masih dijalankannya setidaknya pada Agustus 2026. Dalam agenda Kementerian Luar Negeri pada 10 Agustus 2026, Tata masih disebut sebagai Wamenlu dan memberikan pembekalan mengenai hubungan internasional.
Pengalaman diplomatik Tata juga mencakup hubungan Indonesia dengan Prancis. Atas kontribusinya terhadap hubungan bilateral kedua negara, pemerintah Prancis menganugerahinya Legion d’Honneur pada 2021.





