Sabtu, 8 Agustus 2026

Lebih Baik Ahok Diam Daripada…

Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok

PALU EKSPRES, JAKARTA – Juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot, Maruarar Sirait yakin tren elektabilitas Ahok masih terus menanjak. Dia mengatakan, dalam survei Indikator Politik Indonesia yang dirilis, Sabtu (15/4) di Jakarta, terlihat kecenderungan Ahok-Djarot belum berhenti.

“Kami tahu, kalau belum berhenti berarti tidak berhenti,” kata pria yang karib disapa Ara itu.

Nah, menurut dia, Ahok sebaiknya kini tidak berbicara yang salah supaya elektabilitasnya tidak turun. Lebih baik Ahok diam daripada bicara salah.

“Ada yang harus dijaga, jangan sampai Ahok salah ngomong lagi. Lebih bagus dia tidak ngomong daripada ngomong salah,” katanya.

Ara mengatakan, pihaknya akan terus bekerja dan berdoa untuk memenangkan Ahok-Djarot. “Tren yang tidak berhenti membuat kami yakin,” kata dia.

Waktu lima hari jelang pencoblosan baginya masih cukup melakukan perubahan. Apalagi, kata dia, pemilih yang berpotensi melakukan perubahan pilihan itu banyak. Yakni sekitar 18 persen.

Sementara Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanudin Muhtadi mengatakan, hasil survei mereka menyatakan bahwa orang yang suka kepada Anies lebih banyak dibanding ke Ahok. Pun demikian, orang yang suka Sandi lebih banyak dibanding Djarot.

Namun, kata dia, meski pasangan Anies-Sandi lebih banyak disukai, namun tingkat kesukaan itu cenderung menurun selama dua bulan terakhir atau setelah putaran pertama.

Pada Februari 2017, sebanyak 82 persen suka ke Anies, tapi, April 2017 menjadi 74 persen. Sedangkan Ahok dari 64 persen pada Februari 2017, naik menjadi 68 persen pada April 2017.

“Popularitas Ahok stabil. Sedangkan popularitas Anies meningkat. Adapun kesukaan terhadap Anies menurun dibanding dua bulan lalu. Sebaliknya kesukaan terhadap Ahok cenderung meningkat,” kata Burhanudin.

Dia juga mengatakan, dukungan kepada Ahok-Djarot terindikasi menguat pada dua bulan terakhir. Sementara dukungan kepada Anies-Sandi cenderung melemah,” katanya.

Dalam surveinya, Indikator menemukan dukungan kepada Anies Februari 2017 adalah 52, 4 persen. Namun, dukungan melemah menjadi 48,2 persen pada April 2017. Sedangkan dukungan untuk Ahok terus meningkat. Dari Februari 43,3 persen menjadi 47,4 persen di April 2017.

(Fajar/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital