Kamis, 5 November 2026

Ekspor RI Masih Kuat, Neraca Perdagangan Surplus USD 10,61 Miliar Hingga September 2026

JAKARTA, PALUEKSPRES.COM – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan bahwa Indonesia mencatat surplus neraca perdagangan sebesar USD 10,61 miliar selama periode Januari hingga September 2026.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa neraca perdagangan Indonesia tetap kuat dan mampu mencatatkan surplus di tengah ketidakpastian ekonomi global yang berlangsung sejak awal tahun.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan surplus tersebut diraih karena nilai ekspor Indonesia lebih besar daripada impornya.

Selama Januari hingga September 2026, Indonesia secara kumulatif membukukan ekspor sebesar USD 221,23 miliar. Sementara itu, pada periode yang sama, total impor Indonesia tercatat sebesar USD 210,63 miliar.

“Hingga bulan September tahun 2026, neraca perdagangan barang mencatat surplus sebesar USD 10,61 miliar,” ujar Ateng dalam konferensi pers, Senin (2/11).

Secara rinci, Ateng mengatakan ekspor Indonesia hingga kuartal III 2026 terutama ditopang oleh industri pengolahan dengan nilai USD 182,83 miliar, atau hampir 83 persen dari total ekspor. Nilai tersebut juga tumbuh 8,93 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni sebesar USD 167,84 miliar.

Kinerja industri pengolahan Indonesia juga tercermin dari komposisi impor selama Januari hingga September 2026.

Ateng mengatakan sebagian besar impor Indonesia pada periode tersebut terdiri atas bahan baku/penolong dan barang modal, dengan nilai masing-masing sebesar USD 150,57 miliar dan USD 41,55 miliar. Jika digabungkan, kedua kelompok barang tersebut mencakup sekitar 91 persen dari total nilai impor.

Adapun tiga komoditas utama nonmigas yang diimpor Indonesia selama periode tersebut adalah mesin dan peralatan mekanik, mesin dan perlengkapan elektrik, serta plastik dan barang dari plastik.

“Pada Januari hingga September tahun 2026, nilai impor ketiganya memberikan share sekitar 37,95 persen terhadap total impor nonmigas,” tutur dia.

Lebih lanjut, Ateng merinci negara-negara mitra dagang yang memberikan kontribusi surplus terbesar bagi Indonesia hingga kuartal III 2026.

Amerika Serikat (AS) menempati posisi pertama dengan surplus perdagangan mencapai USD 17,37 miliar. Capaian tersebut terjadi setelah nilai ekspor Indonesia ke negara tersebut mencapai USD 25,39 miliar, jauh lebih tinggi dibandingkan nilai impornya yang sebesar USD 8,02 miliar.

Ateng menjelaskan bahwa surplus perdagangan pakaian, aksesori, dan alas kaki menjadi penyumbang utama surplus Indonesia terhadap AS.

India menempati posisi kedua dengan surplus neraca perdagangan sebesar USD 10,81 miliar. Sementara itu, Filipina berada di posisi ketiga dengan surplus perdagangan sebesar USD 6,25 miliar selama periode tersebut.

“Untuk India, surplus terbesar pada komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewani, dan mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya. Sedangkan penyumbang surplus Filipina terutama dari kendaraan dan bagiannya, bahan bakar mineral dan juga dari lemak dan minyak hewani nabati,” pungkas dia.

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam