Sabtu, 8 Agustus 2026

Menteri Susi Ikut UNBK? Tapi Kok…

PALU EKSPRES, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang diketahui hanya lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP) akhirnya mendaftar ujian paket kesetaraan tahun ajaran 2016/2017, tepatnya Paket C atau setara dengan SMA.

Ujian Paket atau ujian kesetaraan merupakan salah satu solusi yang ditawarkan pemerintah agar siswa bisa meraih jenjang yang lebih tinggi.

Program ini menjadi jalan keluar bagi siswa yang putus sekolah karena alasan apapun seperti alasan biaya atau faktor lainnya.

Susi terdaftar dan mendapatkan kartu peserta Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Susi terdaftar sebagai siswa binaan Pusat Kegiatan Beajar Masyarakat (PKBM) Bina Pandu Mandiri, Ciamis.

Di kartu peserta tersebut terlampir foto Susi, nomor ujian, tempat tanggal lahir, dan alamat.

Saat dikonfirmasi, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Harris Iskandar membenarkan hal itu.

Susi memang terdaftar sebagai peserta UNBK namun tidak hadir saat ujian.

“Info dari staf saya ibu Susi Pudjiastuti dipastikan tidak hadir dalam pelaksanaan UNBK di Kabupaten Ciamis,” kata Harris kepada JawaPos.com, Senin (17/4).

Harris menambahkan hal itu karena sesuai konfirmasi, Menteri Susi sudah meraih gelar Doktor (HC) yang dipersembahkan dari Universitas Diponegoro, Semarang. Gelar ini disetarakan dengan pendidikan formal.

“Sesuai konfirmasi dari Sespri beliau dan Prof. Dr. Ir. Erika Budiarti Laconi, MS, Ketua BSNP (Badan Standar Nasional Pendidikan) bahwa gelar Doktor (HC) yang dipersembahkan dari Undip disetarakan dengan pendidikan formal,” ungkap Harris.

Ujian kesetaraan paket C digelar pada akhir pekan lalu (Sabtu dan Minggu).

“Beliau memang sudah sejak lama terdaftar sebagai warga belajar di PKBM Bina Pandu Mandiri, Ciamis,” jelas Harris.

Sekedar diketahui, Susi Pudjiastuti dulu belum menyelesaikan pendidikannya di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA), hanya sampai kelas 2 SMA.

Namun Susi meraih sukses dalam bisnis pengolahan ikan dan memiliki perusahaan penerbangan pengangkut ikan sendiri hingga akhirnya diangkat sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital