Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

Ini Masalah, Ketika Nilai-nilai Pancasila Mulai Ditinggalkan

PALU EKSPRES, PALU – Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa Indonesia, saat ini dinilai telah mulai ditinggalkan, dan tergerus oleh berbagai ideologi yang berasal dari luar, di antaranya paham liberalism dan sekularisme.

Hal ini menjadi bahasan materi Sosialisasi empat pilar, yang disampaikan oleh Anggota DPR RI dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Kadir Karding, di hadapan para mahasiswa dan pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sulteng, di aula Asrama Haji Palu, belum lama ini.

“Masalah utama bangsa ini, ialah kita mulai meninggalkan nilai-nilai Pancasila, dan juga budaya kita. Kita mulai cenderung dengan budaya luar, baik itu liberalisme maupun sekularisme,” kata Abdul Kadir.

Ia juga meyebutkan, belakangan ini, di Indonesia terjadi benturan pendapat yang kuat, tentang apakah negara ini termasuk dalam katagori negara agama atau negara secular, atau bahkan negara simbiotik (perpaduan keduanya).

“Kalau melihat proses yang ada, sepanjang sejarah kita, negara ini adalah negara simbiotik. Artinya, nilai-nilai agama menjadi bagian yang tidak terpisahkan, dari seluruh perilaku dan kebijakan di negeri ini. Jadi, tidak boleh dipisahkan antara agama dan Negara,” jelasnya.

Olehnya, dipandang penting untuk terus melakukan sosialisasi dan internalisasi, terkait dengan Pancasila, sebagai ideologi negara yang sudah final, sebagai hasil dari ikhtiar para pejuang dahulu, yang mengorbankan diri serta energi yang besar, dalam mewujudkannya.

“Pancasila ini dinamis, sehingga dia harus dijaga dan dikelola, sebagai dasar dan ideologi Negara. Jadi, kita akan terus melakukan apa yang disebut sosialisasi dan internalisasi tentang nilai Pancasila,” sebut Abdul Kadir, yang juga Sekjend DPP PKB.

(abr/Palu Ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital