Sabtu, 8 Agustus 2026

Ketika Bu Mega Kutip Surah Alhujurat dalam Pidato Peringatan 62 Tahun KAA

PALU EKSPRES, JAKARTA – Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri menyatakan bahwa Indonesia mirip negara-negara Asia-Afrika dalam bentu kecil. Sebab, Indonesia memiliki beragam agama, keyakinan, suku dan budaya.

Megawati menyatakan hal itu saat berpidato di Istana Negara Jakarta, Selasa (18/4) pada peringatan 62 tahun Konferensi Asia Afrika (KAA) 1955. Selain Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua DPR Setya Novanto dan para menteri Kabinet Kerja, peringatan itu juga dihadiri delegasi dari 29 negara peserta KAA 1955.

“Saudara-saudara, Indonesia adalah Asia-Afrika dalam bentuk kecil. Indonesia suatu negeri yang mempunyai berbagai-bagai agama dan keyakinan,” katanya.

Megawati menuturkan, di Indonesia terdapat muslim, orang-orang Kristen, pengikut Shiwa, Budha hingga orang-orang dengan kepercayaan lain. Selain itu, Indonesia juga punya suku-suku seperti Aceh, Batak, Sunda, Jawa, Madura, Toraja, Bali, Ambon, hingga berbagai suku di Papua dan Dayak di Kalimantan.

Namun, lanjutnya, Indonesia bisa bersatu meski sangar beragam. “Tetapi syukur kepada Tuhan, kami mempunyai kemauan bersatu. Kami mempunyai Pancasila,” tegasnya.

Megawati juga menyinggung tentang berbagai konflik dengan beragam penyebab. Tak sedikit di antara konflik itu akibat persoalan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Putri Proklamator RI Bung Karno itu mengatakan, keberagaman adalah hak kodrati bagi setiap mahluk hidup. Megawati mengaku menangkap pesan dari Surah Alhujurat ayat 13 dalam Alquran.

Ayat itu berbunyi hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal.

Merujuk ayat itu maka semua umat manusia memang ditakdirkan beragam. “Pesan inilah yang saya tangkap dari perenungan saya atas petikan yang indah dari Alquran, Surah Alhujarat ayat 13,” ucapnya.

(jpg/fat/ara/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital