Sabtu, 8 Agustus 2026

Akhirnya, Kamar Khusus untuk Bahas Anggaran E-KTP Terungkap

PALU EKSPRES, JAKARTA – Direktur Utama PT Java Trade Utama, Johannes Richard Tanjaya membenarkan jika dirinya yang memesankan kamar di Hotel Sultan, Jakarta. Permintaan itu disampaikan terdakwa I dugaan korupsi e-KTP, mantan Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri Irman .

Kamar itu , kata Johannes, khusus dipesan untuk membahas proyek pengadaan e-KTP dan bertemu sejumlah pihak termasuk pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong pada 2010.

Hal itu diakui Johannes saat menjadi saksi dalam sidang dua terdakwa e-KTP, Irman dan Sugiharto di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (20/4).

“Kami diundang ketemu Pak Irman, kemudian Pak Irman minta dicarikan tempat untuk dikenalkan dengan seseorang di Hotel Sultan,” kata Johannes kepada Jaksa KPK Abdul Basir.

Johannes mengungkapkan, dalam pertemuan itu, turut hadir terdakwa II yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek e-KTP Sugiharto, Ketua tim Teknis dari BPPT Husni Fahmi, dan seseorang yang belakangan diketahui bernama Andi Narogong.

“Saya dikenalkan ke Andi Narogong, yang perkenalkan Pak Irman,” ujarnya.

Saat itu, Irman menyampaikan kepada Johannes bahwa Andi Narogong sebagai pengusaha yang nanti akan mengikuti lelang e-KTP. Padahal, saat itu lelang proyek e-KTP belum dimulai.

Johannes mengatakan, pertemuan yang dilakukan berlima itu dilakukan di sebuah kamar. Menurut dia, Irman yang meminta pertemuan diadakan di kamar agar pembahasan lebih leluasa.

“Pak Irman bilang supaya aman. Ngobrol lebih enak,” pungkas Johannes.

Dalam dakwaan disebutkan, pertimbangan Irman untuk memesan kamar di Hotel Sultan agar Sugiharto yang sedang mengikuti rapat dengan komisi II DPR tidak terlalu jauh meninggalkan gedung DPR, Senayan, Jakarta.

Dalam pertemuan itu atas permintaan Irman, Husni Fahmi memaparkan peranan Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) dalam proyek uji petik KTP Elektronik, yang rencananya juga akan dipergunakan dalam pengadaan e-KTP kepada Johannes dan Andi Narogong.

Untuk menindaklanjuti hasil pertemuan, Andi Narogong menyampaikan bahwa untuk yang berikutnya, dilakukan di ruko miliknya yaitu Ruko Fatmawati.

(put/jpg)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital