Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Ternyata Bukan Hanya soal Tiang Pancang yang Roboh, Ini Penyebab Mendasar Pemadaman Listrik di Sulteng

Oleh Muhd Nur Sangadji

KALAU anda ada di Palu pada hari-hari belakangan  ini, anda akan merasakan bagaimana tersiksanya   orang Palu oleh pemadaman listrik. Empat hari sudah (pada saat artikel ini ditulis), warga kota Palu  mengalami pemadaman listrik bergilir dengan frekwensi yang sangat tinggi.

Bayangkan, untuk pengalaman di perumahan dosen Tadulako, kami hanya dan atau baru menikmati  listrik sekitar jam 22.00 malam. Itu pun hanya untuk durasi waktu sekitar selama dua hingga tiga jam saja. Baru terasa, betapa pentingnya listrik bagi kehidupan.

Empat hari dari rencana 8 hari mati hidupnya listrik bagi warga kota lembah Palu, telah memberikan  dampak kerugian yang tidak sedikit.

Proses produksi yang terganggu atau terhenti,  produk yang rusak atau mati, gangguan komunikasi   hingga kekacauan sosial serta kerugian non material lainnya.

Semua ini kalau dihargakan, nilainya akan sangat besar sekali. Padahal kalau kita lihat penyebabnya, hanyalah karena robohnya tiang pancang listrik lantaran diterjang air sungai.

Bagaimana bisa..?   Ternyata, tiang pancang  tersebut dibangun di lokasi yang hanya berjarak 30 meter dari badan sungai. Itu juga berarti, dibangun di sungai atau areal sungai.

Mangapa bisa..?
Inilah pertanyaan yang sulit dimengerti karena  proses pemancangan tiang listrik tersebut, pastilah  melalui izin lingkungan (Amdal atau UKL/UPL). Cukup aneh bila kedua dokumen ini tidak mengaturnya di dalam rencana pengelolaan lingkungannnya (RKL).

Seandainya, posisis atau titik pemancangannya tidak  bisa dihindari, maka harus ada tindakan pengamanan (mitigasi) untuk mengatasi banjir. Biayanya   pastilah tidak se mahal yang saat ini. Tapi, kalau semua ini tidak dilakukan maka apa yang terjadi  saat ini adalah akibat dari kelalaian. Kelalaian dalam penyusuanan Amdal/ukl/upl, atau dalam mematuhi perantah Amdal/ukl/upl dan atau kelalain dalam memantaunya.

Ini adalah pelajaran lagi dari sekian pelajaran penting yang terus berulang dalam pembangunan kita. Kita sibuk mengurus solusi jangka pendek, hingga  kita lupa menyoal sumber masalah.

Karena itu, maslah kita terus saja berulang.  Selalu, ketika koban berjatuhan, baharu kita sibuk  mengurus jalan keluarnya. Itu, karena kita tidak terbiasa berpikir antisipatif. Wallahu a’lam.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital