Sabtu, 8 Agustus 2026

MUI Ingatkan Jokowi soal Usulan Dana Haji Diinvestasikan ke Infrastruktur

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pemerintah harus berhati-hati dalam menggunakan uang jemaah haji untuk keperluan investasi di bidang infrastruktur. Karena itu murni uang umat yang tidak boleh dipindahkan-tangankan atau dimanfaatkan untuk kepentingan lain.

“Dana haji tidak boleh dimanfaatkan untuk diinvestasikan di sektor infrastruktur,” kata Waketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa’adi menanggapi usulan Presiden Joko Widodo untuk menginvestasikan dana haji ke sektor infrastruktur, Selasa (2/5)

Ada dua jenis dana haji. Pertama, dana setoran awal calon jemaah haji, yaitu dana untuk biaya pendaftaran calhaj agar mendapat porsi keberangkatan. Yang kedua, dana hasil efisiensi dari pelaksanaan penyelenggaraan ibadah haji yang dana ini dikumpulkan menjadi Dana Abadi Umat (DAU). Jumlahnya sampai dengan tahun 2017 mencapai jumlah Rp 2,99 triliun.

“Kalau yang pertama saya pastikan tidak boleh dipakai untuk kepentingan lain. Kecuali untuk biaya keperluan jemaah haji,” tegasnya.

Adapun DAU selama ini hanya dimanfaatkan untuk mensubsidi biaya pelaksanaan ibadah haji sehingga meringankan biaya calon jemaah haji pada musim haji tahun berjalan.

Akumulasi DAU setiap tahun semakin besar, karena masuknya dana dari hasil efisiensi dan juga masuknya dana dari manfaat bagi hasil penempatan DAU di bank atau pun sukuk di berbagai investasi yang dianggap aman.

“Kemungkinan besar dana yang akan diinvestasikan di bidang infrastruktur yang dimaksud Presiden Jokowi adalah dana DAU. Dari ada tidak produktif lebih baik dipakai untuk pembangunan infrastruktur. Biar manfaatnya lebih banyak bagi kemaslahatan umat dan bangsa Indonesia,” bebernya.

Menurut Zainut, sebelum hal tersebut dilakukan hendaknya pemerintah melakukan konsultasi dengan berbagai pihak, baik dengan ormas Islam, khususnya dengan MUI, tokoh-tokoh ulama maupun dengan para ahli finansial.

Melakukan kajian secara mendalam baik dari aspek finansial maupun dari aspek syariahnya. Karena hal ini menyangkut uang umat yang jumlahnya tidak sedikit.

“Prinsip mencegah kerusakan itu harus didahulukan dari pada membangun kemaslahatan,” pungkasnya.

(esy/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital