Minggu, 9 Agustus 2026

Duh, Kapal Tol Laut Jokowi Kurang Diminati

PALU EKSPRES, MALUKU – Kabar buruk datang dari program tol laut Presiden Joko Widodo. Dimana keberadaan kapal tol laut di Maluku Utara (Malut) kurang diminati kalangan pengusaha di Ternate. Kapal datang dan berangkat tanpa membawa muatan.

Pengusaha memilih menggunakan kapal kontainer swasta ketimbang menggunakan kapal tol laut. Penyebabnya karena kapal tersebut mengambil rute dari Makassar, padahal hampir 100 persen barang dari Malut dipasok dari Surabaya. Selain itu, waktu tiba kapal terlalu lama.

“Waktu tiba barang lama dan biayanya mahal ketimbang kita ambil dari Surabaya meskipun lewat kapal swasta tapi biayanya lebih murah dan tiba juga tepat waktu,” kata Adam, distributor asal Ternate.

Dia mengaku pengiriman barang melalui kapal tol laut tak efektif dan efisien, apalagi jika membawa barang yang mudah rusak.

“Biasanya kapal langsung dari Surabaya satu minggu sudah tiba di Ternate, kalau kapal tol laut butuh waktu dua minggu,” ujarnya.

Kepala PT Pelni Cabang Ternate Lasinuru, saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Menurutnya, kapal yang tiba di Ternate dan Tobelo tak membawa barang. Begitu juga saat balik ke Makassar.

“Hanya di Pelabuhan Morotai kapal datang membawa barang, namun kembali dan tak ada muatan sama sekali,” kata Lasinuru.

Dia juga mengaku harga barang di Makassar dirasa memberatkan kalangan pengusaha. “Barangnya juga tiba terlalu lama,” akunya.

Dia menjelaskan pengusaha meminta rutenya diubah, namun pihak Pelni tak bisa berbuat apa-apa karena itu program Kementerian Perhubungan. Daerah lewat gubernur bisa mengusulkan ke pusat agar rutenya diubah.

“Pengusaha ingin trayeknya langsung dari Surabaya saja, kalau dari Makassar mereka nggak mau,” jelasnya.

Terpisah, ekonom Universitas Khairun (Unkhair) Ternate Mukhtar Adam, menuturkan kapal tol laut dari Makassar ke Ternate dan daerah lain di Malut waktunya terlalu lama karena masih singgah di tempat lain.

“Bukan hanya lambat tiba, tapi mahal juga biayanya, kan Makassar itu juga ambil barang dari Surabaya jadi otomatis biayanya beda. Pedagang lebih memilih ambil barang langsung dari Surabaya,” ujar Mukhtar.

Dia meminta Gubernur mengusulkan perubahan jadwal, jangan lagi dari Makassar tapi dari Surabaya.

(Fajar/PE)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital