Sabtu, 19 September 2026

Pemberantasan Frambusia Butuh Komitmen Bersama

SOSIALISASI FRAMBUSIA – Sosialisasi Pemberian Obat dan Pencegahan Massal (POPM) Frambusia di daerah endemis wilayah Kabupaten Parigi Moutong yang dihadiri sejumlah stakeholder.(F/Ahmad Udyn/PE)

PARIMO, PE – Pemberantasan frambusia atau sejenis penyakit kulit yang menyerang sekujur tubuh membutuhkan komitmen bersama guna mendukung eliminasi penyakit itu. Hal itu diungkapkan oleh Kepala Bidan Penanganan Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Parigi Moutong, I Gede Widiadha. saat menyampaikan  sosialisasi Pemberian Obat dan Pencegahan Massal ( POPM ) Frambusia di daerah endemis wilayah Kabupaten Parigi Moutong, Rabu 7 Oktober. ”Kita berharap pemberantasan penyakit frambusia itu melibatkan semua pihak, termasuk bupati, camat hingga rukun warga,” katanya dalam sosialisasi intensifikasi penemuan kasus frambusia di Kecamatan Palasa Lebak.

Ia mengatakan, penemuan kasus Frambusia di Kecamatan Palasa tercatat 21  kasus dan hingga saat ini belum terbebas dari penularan penyakit kulit tersebut. Menurut dia, semua penderita Frambusia adalah warga Komunitas Suku pedalaman yang jauh dari ibu kota kecamatan Palasa. Dari 21 kasus Frambusia itu, pihak Dinkes kabupaten sudah melakukan upaya untuk mengatasi termasuk melibatkan pemerintah kecamatan dan desa itu sendiri.

“Semua penderita penyakit Frambusia itu mendapat pengobatan agar mereka tidak menularkan kepada warga lainnya, dengan jalan melibatkan pemerintah mulai dari kecamatan hingga ke desa,” tuturnya.
Ia menyebutkan di Kabupaten Parigi Moutong sebagi daerah endemis penyebaran penyakit Frambusia hanya ada di Kecamatan Palasa. Hal ini diperlukan dukungan mulai dari bupati, camat, kepala desa, hingga rukung warga. Penyebab penyakit Frambusia itu, katanya, terjadi karena buruknya perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) warga setempat hingga muda terserang penyakit tersebut.

“Sebab mereka tingkat PHBS sangat rendah, seperti berpakaian sampai berminggu-minggu tidak diganti, mandi tidak menggunakan sabun, dan bahkan warga pedalaman ketika tidur tidak beralas tikar,” ungkapnya.
Perilaku seperti itu, kata dia, merupakan kebiasaan masyarakat pedalaman yang kurang memahami PHBS, sehingga petugas medis kesulitan untuk mengubah pola hidup bersih dan sehat.
“Saya kira dengan hidup kurang bersih tentu sangat rawan terhadap penyebaran penyakit menular, seperti Frambusia itu,” ujarnya.

Ia menjelaskan petugas medis hingga saat ini terus melakukan pengobatan maupun pencegahan penyebaran penyakit tersebut. Meskipun penyakit Frambusia itu tidak mematikan, karena menyerang pada bagian kulit saja, seperti luka koreng, katanya, tetapi bisa menurunkan produktivitas.
Ia menjelaskan, pengobatan Frambusia dilakukan dengan penyuntikan jenis Benzetin untuk membunuh kuman-kuman pada bagian tubuhnya. Namun, katanya, hingga saat ini penyakit koreng-koreng yang menyerang bagian kaki, tangan, dan badan belum terbebas dari daerah itu.

“Kami terus melakukan pemantauan dan pengawasan agar penderita itu tidak menular pada warga lainnya,tentunya akan melibatkan stakholder yang ada”pungkanya. Dalam sosialiasai Frambosia yang berlangsung di aula pertemuan BKD,dihadiri sejumlah stakeholder, baik dari pemerintah kabupaten, kecamatan dan desa termasuk semua perwakilan dari masing – masing Puskesmas yang ada di kabupaten Parigi Moutong.(ady)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam