Minggu, 9 Agustus 2026

Peluang Tito Jadi Cawapres Tergantung…

PALU EKSPRES, JAKARTA – Peluang Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian yang akan pensiun dini untuk maju bersama Presiden Joko Widodo di Pilpres 2019 sangat terbuka lebar.

Besarnya peluang Tito ikut bertarung sebagai cawapres di Pilpres 2019, dibenarkan oleh Peneliti dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Arya Fernandes.

Namun, lanjut Arya, Jokowi akan lebih dulu menghitung elektabilitasnya di pilpres 2019. Karena, Jika tingkat keterpilihan di atas 45 persen, maka sangat mungkin untuk mengusung cawapres dari nonpartai.‎

Arya menyatakan, jika Jokowi memiliki tingkat keterpilihan di atas 45 persen, maka dia akan mempertimbangkan mengusung calon wakil presiden yang berasal dari nonpartai.‎

Hal ini, ‎menurut dia, sama seperti ketika Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) maju menjadi calon presiden petahana pada Pilpres 2009 lalu.

Ketika itu, SBY ‎berdampingan dengan Boediono. Keduanya berhasil meraih kemenangan dalam penyelenggaraan Pilpres 2009.

“Kalau Jokowi sangat kuat seperti SBY, maka dia bisa jadi mengambil orang nonpartai,” kata Arya, Kamis (13/7).

Sebaliknya, jika tingkat keterpilihan Jokowi berada di bawah 45 persen, maka dia akan mempertimbangkan menggaet orang partai sebagai pendampingnya pada Pilpres 2019.

Selain tingkat keterpilihan, hal itu ‎juga bergantung kepada syarat partai politik bisa mengajukan calon presiden dan wakil presiden.

“Kalau syaratnya partai politik atau gabungan partai politik memiliki 20 persen ‎kursi di DPR, maka harus berkoalisi. Salah satu bentuk konsesi koalisi biasanya adalah posisi cawapres bagi parpol,” tutur Arya.

Hingga saat ini, Arya menyatakan, belum ada tokoh yang menonjol untuk menjadi calon presiden selain Jokowi dan Prabowo Subianto.

Nama lain yang muncul seperti putra SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Namun, menurut Arya, elektabilitas AHY dan Gatot belum terlalu tinggi.

“Belum muncul tokoh yang kuat. Sampai sekarang persaingan masih terjadi antara dua tokoh, yaitu Jokowi dan Prabowo,” ucapnya.

(gil/dms/JPG)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital