Minggu, 9 Agustus 2026

Crisis Centre First Travel Berakhir 10 September

PALU EKSPRES, JAKARTA – Mabes Polri masih membuka kesempatan kepada masyarakat yang menjadi korban penipuan First Travel untuk melapor. Bagi korban yang akan melaporkan First Travel bisa mendatangi pusat krisis atau crisis centre di Bareskrim Polri.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri Polri Brigjen (Pol) Rikwanto mengatakan, Bareskrim saat ini sudah menetapkan tiga tersangka dalam kasus First Travel. Ketiga tersangka itu adalah Andika Surachman, Anniesa Hasbibuan dan Siti Nuraidah Hasibuan.

Dalam proses penyidikan, Bareskrim telah menyita ribuan paspor calon jemaah umrah yang gagal berangkat. “Sudah lebih dari 5.000 paspor yang kami kumpulkan,” ujarnya di Mabes Polri, Selasa (5/9).

Rikwanto pun mengimbau masyarakat korban First Travel untuk segera melapor. Menurutnya, pusat krisis First Travel akan segera ditutup. “Bareskrim Mabes Polri masih membuka Crisis Centre sampai Minggu mendatang (10/9) mendatang,” sebutnya.

Lebih lanjut Rikwanto mengatakan, Polri sudah bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri seluruh rekening terkait First Travel. Penyidik juga melakukan penggeledahan demi mengumpulkan bukti.

“Siapa tahu ada aset-aset yang masih disembunyikan, untuk kita lakukan penggeledahan-penggeledahan. Ini terus berlangsung,” tuturnya.

Hanya sjaa, kata Rikwanto, aset-aset sitaan dari First Travel memang tak serta-merta bisa untuk membayar uang para calon jemaah umrah yang gagal berangkat. Sebab, harus ada proses peradilan terlebih dahulu terhadap bos First Travel yang kini sudah berada di tahanan Bareskrim Polri.

“Setelah pengadilan nanti kemudian aset itu dikumpulkan oleh panitia tertentu, silakan. Itu akan ada pengembalian uang setelah proses pengadilan selesai,” tegasnya.

(Fajar/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital