Sabtu, 8 Agustus 2026
Daerah  

Dokter Sering Keliru Diagnosa Pasien, Gubernur jadi Korban

PALU EKSPRES, PALU – Sekdaprov Sulteng, M Hidayat Lamakarate menyinggung keseringan tenaga dokter di Indonesia salah mendiagnosa penyakit pasien yang ditangani. Ini ia beberkan saat mewakili gubernur membuka seminar kateterisasi jantung dan urgensinya sekaligus melaunching sistim rujukan terintegrasi rumah sakit (Sisrute) se Sulteng, Jumat (29/9) di ruang Polibu Kantor Gubernur Sulteng.

Hidayat mengaku pernah mengalami pengalaman buruk terkait sakit jantung. Tahun 2010 silam dia mengaku divonis dokter menderita penyakit jantung dan telah menjalani pengobatan selama 3 tahun. Sebelum akhirnya dirujuk ke RS di Singapura, Hidayat mengaku hidup dengan tekanan yang luar biasa.

“Namun begitu mengejutkan, hasil diagnosa RS di Singapura, ternyata saya sebenarnya tidak mengidap penyakit jantung,”ungkapnya.

Pengalaman demikian bebernya lagi, ternyata juga pernah menimpa Gubernur Sulteng, H Longki Djanggola. Gubernur divonis menderita jantung hingga akhirnya juga dirujuk ke RS Singapura.

“Bapak gubernur juga mengalami. Beliau sampai dirujuk ke Singapura. Namun setelah di RS Singapura, pihak rumah sakit menegaskan bapak Gubernur sama sekali tidak mengidap penyakit jantung,”bebernya lagi.

Pengalaman ini penting menurut Hidayat disampaikan. Dengan harapan para dokter lebih teliti lagi dalam pemeriksaan sebelum memvonis seseorang itu menderita penyakit jantung. Sebab hal itu dapat menimbulkan penderitaan dan tekanan kepada pasien.

Sekdaprov Hidayat mengapresiasi penyelenggaraan seminar tersebut. Menurutnya penyakit jantung saat ini merupakan penyakit paling mematikan d dunia. Sehingga memang diperlukan penanganan dan penanggulangan yang cepat dan baik.

Pemerintah menurutnya mendukung penuh rencana pendirian RS jantung di Sulteng. Sebab dari pngalaman yang ada, pasien penderita jantung yang dirujuk keluar kota kadang membutuhkan waktu panjang. Bahkan hingga berminggu-minggu baru tertangani. Dia kemudian menantang Dirut RS Undata, Reni Lamadjido segera merealisasikan rencana pembangunan RS Jantung di Sulteng.

“Saya tantang ibu Reni, kapan dapat kita realisasikan pembangunannya. Coba segera diusulkan,”kata Hidayat.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital