Sabtu, 8 Agustus 2026

Tak Lolos Piala Dunia jadi Sejarah Baru Ilatia, Pelatih pun Mundur

PALU EKSPRES, MILAN – Italia dipastikan tidak lolos ke ajang akbar sepak bola sejagad, Piala Dunia 2018 Rusia, setelah ditahan imbang 0-0 oleh Swedia di Stadion San Siro, Milan, Selasa pagi (14/11/2017).

Pelatih Timnas Italia, Gian Piero Ventura telah mengundurkan diri dari kursi pelatih pasca kegagalan mengantarkan Italia lolos ke putaran final Piala Dunia 2018.

Italia gagal ke Piala Dunia pertama kali dalam 60 tahun terakhir. Gli Azzurri terakhir kali gagal menembus pesta olahraga terbesar di dunia ini pada 1958 lalu.

Bagi Italia, ini sangat menyakitkan. Pasalnya, Italia yang kalah 0-1 pada leg pertama babak playoff di Solna menggempur Swedia sepanjang pertandingan.

Sayang, meski melakukan penguasaan bola hingga 73 %, Italia minim peluang bagus. Punya enam tembakan tepat sasaran, tidak ada yang benar-benar mengancam. Selain itu, penampilan bagus penjaga gawang Swedia, Robin Olsen, juga membuat frustasi pemain Italia.

Ini menjadi kegagalan pertama Italia melaju ke putaran final Piala Dunia dalam enam dekade terakhir. Negeri Pizza itu terakhir kali absen tampil di Piala Dunia pada 1958 silam. Dengan demikian, Italia tidak punya kans meraih trofi kelima mereka.

Atas kekalahan itu, kapten Italia, Gianluigi Buffon, menangis. Ia mengaku sangat menyesal harus menutup kariernya dengan sebuah kegagalan besar di depan publik sendiri.

“Sayang sekali pertandingan terakhir saya bertepatan dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia. Ini mengecewakan,” kata pemain berusia 39 tahun itu berderai air mata dikutip dari Rai Sport.

Buffon menegaskan, ia sebenarnya tak menangisi kegagalannya tampil untuk kali keenam di Piala Dunia. “Bukan untuk saya, tapi untuk gerakan sepakbola, karena kami gagal melakukan sesuatu yang benar-benar penting bagi negara. Itulah satu-satunya penyesalan yang saya miliki dan tentu saja saya tidak menyelesaikan karier saya, karena waktu berlalu dan itu benar,” tegasnya.

“Sayang sekali pertandingan terakhir saya bertepatan dengan kegagalan lolos ke Piala Dunia,” keluh penjaga gawang Juventus yang mengantar Italia jadi juara dunia Piala Dunia 2006 tersebut.

(football Ialia/amr/fajar)

 

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital