Minggu, 9 Agustus 2026
Palu  

BPN Tolak Perpanjangan HGB PT DDB

PALU EKSPRES, PALU – Hak Guna Bangunan (HGB) PT Duta Dharma Bakti (DDB) seluas 150hektar di Kelurahan Talise Kecamatan Mantikulore Palu ternyata tidak diperpanjang lagi oleh badan pertanahan nasional (BPN). ‎

Kepastian ini diperoleh koordinator Koalisi Masyarakat Talise Menggugat (Sikat Tameng), M Rum, dari Kepala BPN Sulteng, saat berunjuk rasa di kantor BPN Sulteng, Senin (13/11).

Menurut Rum, PT DDB memang mengajukan permohonan perpenjangan HGB kepada BPN. Karena HGB perusahaan sudah berakhir ditahun 2014 silam. HGB PT DDB sendiri menurutnya diterbitkan tahun 1994 silam.‎

“Ternyata usulan PT DDB memang tidak diproses lagi oleh BPN,”kata Rum, Selasa (14/11).

Rum menjelaskan, bahwa di Kelurahan Talise dan Tondo memang terdapat beberapa perusahaan pemegang HGB. Beberapa HGB diantaranya tidak diperpanjang lagi namun menempih jalur hukum dengan menggugat ke pengadilan. Salahsatunya gugatan PT Sinar Waluyo yang saat ini sedang berproses.‎

“PT DDB sendiri tidak diperpanjang namun mereka tidak menggugat,”jelas Rum.

Sesuai penjelasan Kepala BPN Sulteng, La Hamusein saat menerima pengunjuk rasa, lahan HGB PT DDB saat ini telah ditetapkan sebagai tanah negara.

Karena itu, tanah negara tersebut selanjutnya akan diperuntukkan bagi kepentingan umum. Seperti pembangunan infrastruktur pemerintah, termasuk pembagian kepada masyarakat.

“Kepala BPN sudah menjamin bahwa memang ada sebagian lahan yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar,”ungkapnya.

Masyarakat menurutnya hanya diminta segera berkoordinasi dengan Pemkot Palu terkait pembagian lahan tersebut. Karena pembagian lahan membutuhkan biaya bea perolehan hak atas tanah bangunan (BPHTB).

“Jadi kita tinggal menunggu pemkot mengomunikasikan pembagian ini kepada BPN Palu. Karena menyangkut pembayaran BPHTB tersebut,”jelasnya lagi.

Meski begitu, pihaknya lanjut Rum masih akan berkoordinasi langsung dengan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN di Jakarta. Ini sekaitan kewenangan untuk pembagian lahan sudah berada ditangan Kementerian ATR/BPN-RI.

Sebab berdasarkan regulasi terbaru, tanha negara eks HGB yang akan diperuntukkan bagi kepentingan umum dengan luas lebih dari 12 hektar kini menjadi kewenangan Kementerian ATR/BPN.

“Makanya dalam waktu dekat kami akan berangkat menemui langsung pak Menteri bersama pihak BPN Sulteng untuk mendapat petunjuk lebih jauh,”jelasnya.

Rum menambahkan, lahan HGB PT DDB sejauh ini telah dimanfaatkan masyarakat sekitar dengan bercocok tanam. Terdapat sedikitnya 1.117 warga yang memanfaatkan lahan tersebut sebagai lahan pertanian.

“Yang kami pegang saat ini garansi Kepala BPN Sulteng. Bahwa dia menjamin memang ada lahan yang akan dibagikan kepada masyarakat,”pungkasnya.

(mdi/Palu ‎Ekapres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital