Sabtu, 8 Agustus 2026

Selain Kasus e-KTP, KPK Juga Jerat Setya Novanto dengan UU Ini

PALU EKSPRES, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengusut dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Ketua DPR Setya Novanto. Saat ini, Ketua Umum Golkar itu telah ditahan di Rutan KPK terkait statusnya sebagai tersangka dugaan korupsi proyek pengadaan KTP elektronik (e-KTP).

“Sejauh ini, kita belum bicara soal ada atau tidak soal TPPU. Namun, tentu aspek-aspek keuangan dan aliran dana jadi bagian yang kita cermati di kasus ini,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di kantornya, Senin (20/11).

Febri mengatakan, ada beberapa hal yang dapat dijadikan pertimbangan untuk mendalami dugaan pencucian uang Novanto. Sebab, diduga ada sejumlah pihak yang menerima aliran dana, baik melalui perantara maupun langsung, serta dengan cara-cara tertentu.

“Itu jadi bagian penting bagi KPK untuk melakukan penelusuran lebih lanjut,” ujar Febri.

Sebelumnya, mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto meminta penyidik komisi antirasuah memberikan perhatian khusus bagi penyidikan kasus Novanto. BW -sapaan akrabnya- juga mengusulkan dapat mengembangkan dugaan kejahatan pencucian uang yang biasanya berkaitan dengan dugaan tindak pidana korupsi dalam kasus e-KTP itu.

Diketahui, dalam sidang kasus e-KTP dengan terdakwa Andi Narogong pada 13 November lalu, terungkap fakta soal jatah pembagian uang untuk Novanto. Jaksa KPK memutarkan rekaman percakapan antara Direktur Biomorf Lone LLC, Johannes Marliem dengan mantan Direktur Pengelola Informasi Administrasi Kependudukan, Ditjen Dukcapil Kemendagri, Sugiharto.

Sugiharto lantas membenarkan percakapan itu saat dikonfirmasi. “Iya benar, itu pembicaraan di ruang kerja saya,” ujar Sugiharto.

Dari rekaman itu, terungkap Novanto mendapat jatah Rp 60 miliar dalam pengadaan e-KTP Tahun 2011-2012.

(Fajar/JPC)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital