Minggu, 9 Agustus 2026

Wapres : Tingkatkan Pengetahuan Astronomi

”Dulu kita ditakut-takuti karena pengetahuan kita kurang tentang GMT. Kita sampai disuruh sembunyi di bawah kolong meja. Padahal di negara lain mereka tidak apa-apa. Apalagi jaman saya dulu pemerintah masih otoriter, apa yang disuruh ya kita ikuti saja,

Jusuf Kalla
Wapres RI

Suasana Pengamatan GMT di Desa Kotapulu Sigi
PALU, PE – Suara takbir membahana di lapangan Desa Kota Pulu Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi saat berlangsung Gerhana Matahari Total (GMT) Rabu 9 Maret 2016. Sekira Pukul 08.39 wita, cuaca di lapangan yang mulanya panas mendadak dingin. Cahaya matahari sirna seketika karena tertutup bulan. Suasana di lapangan Desa Kota Pulu Sigi pun menjadi riuh karena puji-pujian. Ratusan wisatawan manca negara (wisman) yang mengambil lokasi pengamatan di tempat itu larut dalam suka ria bersama pengunjung lainnya. ”Oh my Good, oh my Good soo beautiful,” teriak mereka berulang.

Decak kagum akan karya Tuhan itu memuncak tatkala piringan bulan menutupi seluruh bagian matahari. Tersisa hanya sinar berbentuk cincin yang tidak menyilaukan. Pemandangan itu berlangsung kurang lebih dua menit. Saat puncak GMT terjadi, suhu udara di tempat itu juga menjadi dingin.

Lapangan Desa Kotapulu Kecamatan Dolo Sigi memang menjadi salah satu sentral pengamatan GMT yang dipilih para peneliti manca negara. Di tempat itu, waktu pengamatan GMT lebih panjang sekian detik dari tempat lainnya di Kota Palu dan sekitarnya.  Tempat itu pula yang menjadi pilihan Wakil Presiden (Wapres) RI, Jusuf Kalla bersama Gubernur Sulteng, Longki Djanggola mengamati fenomena alam itu. Rombongan Wapres tiba sekitar pukul 08.00 WITA. Wapres datang bersama sejumlah Menteri Kabinet Kerja di antaranya Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB), Yudi Crisnandi. Anggota DPR RI Muhidin Said juga terlihat dalam rombongan Wapres.

Sebelum menyaksikan puncak GMT, Wapres Jusuf Kalla bersama rombongan menyempatkan diri untuk sholat shunat gerhana secara berjamaah di lapangan desa. Badan Meterologi, Klimatologi dan Geofisika (BMK) Palu menyiapkan dua unit teleskop khusus GMT di sana. Kepala BMKG Palu, Petrus,  tak mau berspekulasi soal cuaca dingin saat GMT di tempat itu saat ditanyai wartawan. Namun kemungkinan besar katanya udara dingin disebabkan karena memang di tempat itu adalah wilayah lembah.  “Di sini memang mungkin dingin karena berada di lembah. Tapi ini akan kami koordinasikan pada pihak kompeten lainnya. Apakah  memang ada pengaruh dari gerhana ini sendiri ,” jelasnya.

Petrus merasa bersyukur pengamatan GMT di Kota Palu termasuk di Desa Kota Pulu tidak tertutup awan. Awalnya kata dia, BMKG memang memprediksi akan ada pergerakan awan pada tanggal 9 Maret 2016 di langit Kota Palu dan sekitarnya. ”Memang pantauan kami berawan. Tapi itu bisa terjadi dalam sehari. Bisa saja pagi, siang ataupun sore. Nah beruntung awan itu tidak muncul pagi ini,”jelas Petrus.

Dia menjelaskan, GMT berdasarkan hasil penelitian ilmuwan dan para astonomi akan terjadi lagi pada tahun 2042 di wilayah Indonesia. Sulteng menurutnya pada tahun 2042 itu kemungkinan akan terkenda dampaknya lagi. Namun lintasan GMT untuk wilayah yang sama baru akan terjadi lagi sekitar 350 tahun.  GMT yang terakhir jelasnya Petrus lagi terjadi tahun 1983.

“1983 itu 33 tahun lalu. Tapi menurut penelitian ilmuwan, akan terjadi lagi 26 tahun berikutnya atau tahun 2042.

Lokasinya diprediksi ada di Pontianak. Kita di Sulteng mungkin hanya kena gerhana parsial,”jelas Petrus.
Wapres RI Jusuf Kalla mengatakan, ia  merasa bersyukur GMT bisa terjadi di Sulteng. Dengan begitu kata Wapres, daerah Sulteng menjadi terkenal di mata dunia. ”Ini fenomena alam yang luar biasa. Kita bersyukur tempat ini nyaman. Yang menarik para ilmuwan pada datang dan mereka memperkenalkan Sulteng,” kata Wapres.
GMT yang melintasi Kota Palu, Poso dan Banggai menurut Wapres adalah suatu peristiwa yang menjadi media perkenalan destinasi pariwisata di Sulteng.

“Memang ini terjadi ratusan tahun lagi. Tapi yang terpenting mereka mengenal daerah Sulteng. Karena bagi kita ini reklame gratis pariwisata yang ada di Sulteng,” ujarnya.

Dia berhrap generasi muda bangsa Indonesia bisa lebih meningkatkan pengetahuan tentang ilmu astrnomi. Pasalnya pengetahuan masyarakat akan fenomena GMT yang terjadi beberapa puluh tahun lalu  masih banyak mengindentikkannya dengan cerita-cerita mitos. Dengan pengetahuan, peristiwa GMT menurutnya sudah bisa diprediksi jauh sebelumnya.   ”Dulu kita ditakut-takuti karena pengetahuan kita kurang tentang GMT. Kita sampai disuruh sembunyi di bawah kolong meja. Padahal di negara lain mereka tidak apa-apa. Apalagi jaman saya dulu pemerintah masih otoriter, apa yang disuruh ya kita ikuti saja,” demikian Wapres. (mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization