Minggu, 9 Agustus 2026

Lulusan SMA Masih Dibutuhkan

RASIONALISASI PNS – KemenPAN-RB berencana akan merumahkan pegawai dengan ijazah SMU ke bawah. kebijakan ini efektif berlaku 2017 mendatang. (DOK/PE)

Pemkot Tunggu Regulasi Pensiun Dini ASN
PALU, PE –  Wacana rasionalisasi pegawai negeri sipil (PNS) yang digagas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) dipastikan membuat sejumlah ASN ketar ketir. Berdasarkan data Dinas Badan Kepegawaian Daerah Kota Palu, jumlah ASN yang berijazah SD, SMP dan SMA mencapai 2.263 orang. Total pegawai Pemkot saat ini hingga Desember 2015  sebanyak 8.334. Jumlah ini sesuai dengan data yang masuk dalam sistem pendataan ulang pegawai negeri sipil secara elektronik (PUPNS). KemenPAN-RB memang menyasar ASN dengan ijazah SMA kebawah untuk di rumahkan. KemenPAN-RB menyebut, kebijakan ini akan berlaku  efektif pada 2017 mendatang.

Namun rencana  itu ungkap Kepala Bidang Perencanaan Pengembangan Informasi Kepegawaian BKD Palu, Amir, baru sebatas beredar di media massa. ”Secara resmi kami belum dengar rencana ini. Pemberitahuan dalam bentuk surat edaran pun belum kami terima,” kata Amir, kepada Palu Ekspres, Jumat 11 Maret 2016. Amir berpendapat, pada prinsipnya pemerintah daerah akan mematuhi seluruh instruksi pemerintah  pusat, asalkan kebijakan itu telah melalui kajian yang matang.

Namun terkait dengan rasionalisasi ASN berijazah SMU kebawah, Amir belum sepenuhnya sependapat. Pasalnya hemat Amir, pegawai yang lulusan SMU ke bawah relatif masih dibutuhkan untuk sejumlah pekerjaan lapangan. Seperti misalnya penjaga sekolah, pengantar surat, penjaga kantor serta tugas-tugas lain diluar program yang bersifat teknis. “Itu pasti masih kita butuhkan. Nah, kondisi itu apakah sudah dikaji secara matang oleh  pemerintah pusat,” katanya.

Sejauh ini  pihaknya masih menunggu petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) dalam pelaksanaan pensiun dini PNS tersebut.

Alasan utama pemerintah menjadikan PNS lulusan SMU kebawa menjadi target rasionalisasi adalah soal kulaitas. Kualitas PNS lulusan SMU ke bawah dinilai masih banyak yang di bawah standar kompetensi. Menurut Deputi SDM Aparatur KemenPAN-RB Setiawan Wangsaatmaja, terdapat 39 persen PNS yang kemampuannya di bawah rata-rata. Karena itu, mereka menjadi target rasionalisasi PNS.

Saat ini, jumlah PNS pusat dan daerah mencapai 4,517 juta. “Target rasionalisasi adalah PNS yang pendidikannya SMA, SMP, dan SD. Selain pendidikannya  rendah, kompetensinya juga kurang,” kata Setiawan, Minggu (28/2). Dia menyebutkan, PNS di instansi daerah yang lulusan SMA sebanyak 26,5 persen. Sedangkan SMP  serta SD masing-masing 1,9 dan 1,2 persen. Sementara itu, PNS lulusan SMA di pusat mencapai 26,3 persen. Sedangkan lulusan SMP serta SD mencapai 1,8 dan 1,1 persen. “Target pemerintah, yang menjadi PNS minimal lulusan diploma. Saat ini jumlah PNS daerah yang mengenyam pendidikan diploma 23 persen dan 13,9 persen di pusat,” tambah Setiawan.
Untuk lulusan S1, PNS daerah sebanyak 43,9 persen. Sedangkan di pusat mencapai 42,4 persen. Sementara itu, PNS lulusan S2 di pusat sekitar 13,2 persen. Sedangkan daerah mencapai 3,5 persen. Di sisi lain, lulusan S3 untuk PNS pusat 1,26 persen dan daerah 0,03 persen. (mdi) (esy/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization