Minggu, 9 Agustus 2026

KEK Palu Dijatah Rp 75 M

PALU, PE -Tahun ini Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu kembali mendapat jatah anggaran pengembangan infrastruktur sebesar Rp75 miliar. Anggaran yang dialokasikan melalui Kementerian Perindustrian RI itu rencananya akan digunakan untuk pembangunan jalan dalam kawasan. Kepala Administratur KEK Palu, Sudaryano Lamangkona mengemukakan, dana tersebut sebelumnya telah dipersiapkan pada tahun 2015 untuk pembebasan lahan seluas 22 hektar lebih. Atau sisa dari rencana pembebasan lahan tahap pertama yaitu 100 hektar.

Pada tahap pertama, Pemkot baru membebakan seluas 77,5 hektar. Namun hal ini  terkendala Undang-Undang nomor 2 tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, dimana KEK dipandang bersifat khusus. Akhirnya,  peruntukan dana tersebut  dialihkan ke pembangunan jalan.

”Kebijakan pengalihan peruntukan ini telah dipayungi dengan Peraturan Presiden nomor 6 tahun 2015 yang subsantinya membolehkan Kementerian mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dalam kawasan khusus,” jelas Ano, sapaan akrabnya, Selasa 29 Maret 2016. Menurutnya, dana Rp75 miliar itu nantinya akan digunakan untuk pembangunan sejumlah ruas jalan dalam kawasan sepanjang kurang lebih dua kilometer.

Lahan yang yang dilalui jalan tersebut merupakan areal  yang telah dibebaskan sebelumnya. Sejauh ini Pemkot Palu mantan Camat Palu Utara ini, juga berencana mengusulkan bantuan dana pembebasan sisa lahan tahap satu kepada pemerintah provinsi. Minimal kata Ano, KEK harus menguasai lahan tahap satu tersebut. ”Karena di lahan KEK tahap 1 ini rencananya akan digunakan investor untuk membuka industri,” jelasnya.

Selain jalan, Kementerian Perindustrian rencananya juga akan mengalokasikan dana penyelesaian pembangunan kantor Administratur KEK dan gerbang masuk kawasan. Namun total rincian anggaran pembangunan lanjutan, sejauh ini belum diinformasikan pihak Kementerian.

Sementara itu Sekretaris Dewan Nasional KEK, Enoh Suharto Pranoto, kepada wartawan menjelaskan, permasalahan pembebasan lahan hampir dialami seluruhnya oleh daerah yang mengajukan KEK.  ”Makanya ini yang terus kami pantau. Kami Dewan KEK Nasional tentunya akan memfasilitasi  masukan-masukan permasalahan yang dialami ini untuk dibahas dalam pertemuan-pertemuan  tingkat nasional,” kata Enoh saat berkunjung di Kantor Walikota Palu, pekan lalu.

Menurutnya, proses evaluasi perkembangan pembangunan KEK di seluruh Indonesia akan  dilakukan Mei 2017. Namun begitu, pihaknya meminta pemerintah setempat dapat bersikap pro aktif terhadap masalah yang dihadapi dalam proses pengembangan KEK Palu. ”Kalau kami di level pusat pastinya akan pro aktif melakukan koordinasi dengan berbagai  pihak dalam rangka percepatan KEK yang ada,” demikian Enoh.

Sementara itu Walikota Palu Hidayat, menegaskan, luas lahan sesuai perencanaan KEK Palu yaitu 1.500 hektar tidak bisa lagi diganggu gugat peruntukannya. Lahan tersebut sudah dipersiapkan sebagai lahan yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan KEK.

“Itu sudah kami protek dari peruntukan lain. Tinggal kami berharap, bagaimana segera mungkin investor segera masuk dalam KEK untuk memulai kegiatan industrinya,” jelasnya.(mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization