Minggu, 9 Agustus 2026

Gubernur Sayangkan Pemkot Palu

Dana Program Bedah Kampung Tidak Tersalur

PALU,PE – Gubernur Sulteng Longki Djanggola menyayangkan proses verifikasi keluarga miskin calon penerima bantuan program bedah kampung yang dilakukan Pemkot Palu. Akibat verifikasi yang tidak maksimal. Banyak calon pemohon yang tidak bisa memanfaatkan bantuan tersebut.
Mestinya kata Longki, verifikasi calon penerima bantuan harusnya sudah tuntas sebelum permohonan diajukan ke Pemprov Sulteng.

“Kalau sudah tidak bisa dimanfaatkan begitu kira-kira siapa yang mau disalahkan?,” tanya Longki , saat dikonfirmasi, Senin 11 April 2016.
Menurutnya, dasar Pemprov Sulteng melakukan transfer anggaran dana bedah kampung, itu karena adanya usulan dari Pemkot Palu. Pemkot lah kata Gubernur yang menyampaikan laporan jumlah calon penerima yang memenuhi syarat. Artinya, saat pengajuan itu Pemkot seharusnya sudah melakukan verifikasi.

“Persoalan kemudian jika tidak ada yang penuhi syarat, itu siapa yang punya salah? Berarti pada saat penyusunan laporan permintaan kepada kami ada yang tidak betul. Belum diklarfikasi jumlahnya, sudah diminta. Bahkan ada permintaan lain lagi, karena banyak tidak mampu. tapi nyatanya tidak bisa tersalurkan,” kata Longki dengan nada tinggi.
Menurutnya, apapun alasannya kemudian, dana tersebut tetap bisa disalurkan kepada calon pemohon sepanjang tidak memenuhi syarat. Salah satu syaratnya adalah terdaftar sebagai keluarga miskin dalam catatan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan Kota(TNP2K).

Longki menambahkan, pihaknya tidak akan mengeluarkan kebijakan penggunaan dana tersebut selain dari apa yang telah diputuskan yaitu bantuan modal usaha bagi keluarga miskin. Pemerintah dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan khusus untuk membahas persoalan tersebut. ”Ada kemungkinan dana itu bisa ditarik kembali ke pemerintah provinsi. Tapi saya koordinasikan dulu. Yang pasti ada batas waktu,  jika tidak bisa dimanfaatkan itu mungkin bisa ditarik lagi,” demikian Longki.

Di tempat terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulteng, Pata Tope membenarkan bahwa dana program bedah kampung itu merupakan dana transfer Pemprov Sulteng ke Pemkot Palu. Dalam ketentuan yang ada, dana itu disebut bantuan keuangan.
”Misalnya kita punya duit itu dalam bentuk belanja tidak langsung. Itu di transfer dari APBD Provinsi ke APBD Kota Palu sesuai ketentuan pedoman umum keuangan. Jadi proses seleksi orang yang berhak adalah kewenangan Pemkot Palu, bukan kami di provinsi,”jelasnya.

Dalam kasus seperti ini kata Pata Tope, dana tersebut menjadi bagian dari APBD Kota Palu. Artinya, jika dana itu tidak terserap karena permasalahan syarat, maka otomatis tercatat sebagai dana Sisa Lebih Penggunaan Anggaran(SILPA). Logika sederhananya itu akan menjadi SILPA Kota Palu.
“Memang sejauh ini juga kami belum menerima laporan perkembangan realisasi program itu dari Pemkot Palu. Kami akan menyurat untuk menanyakan hasilnya,”ujarnya. Namun begitu kata Pata Tope, pada prinsipnya, Pemkot bisa tetap melanjutkan penyaluran dana itu sepanjang syarat-syarat penerima bantuan mampu dipenuhi sesuai dengan ketentuan yang ada.

“Itu bisa tetap bergulir paling lambat sebelum APBD perubahan,”jelasnya.
Meski begitu, mekanisme terntang penarikan kembali dana itu menjadi APBD provinsi, pihaknya menurut Pata Tope masih akan melakukan koordinasi dan konsultasi mendalam. Sebab, sejauh ini belum pernah tercatat ada dana bantuan keuangan yang telah menjadi APBD daerah kabupaten lalu ditarik kembali menjadi APBD provinsi hanya karena tidak dapat disalurkan.

“Kalau sudah ditransfer begitu, kayaknya sulit dan tidak mungkin lagi kalau mau ditarik kembali menjadi APBD provinsi. Tapi ini akan kami lakukan kajian dulu,”pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Bappeda dan Penanaman Modal Kota Palu mengaku tidak bisa menyalurkan dana bantuan program bedah kampung sebesar kurang lebih Rp6miliar pemohon yang jumlahnya mencapai kurang lebih 300 pemohon. Sebab katanya, mayoritas pemohon tidak tercatat sebagai keluarga miskin dalam TNP2K. Namun begitu, Bappeda terlanjur mengirim dana itu ke rekening masing-masing calon pemohon.

Kepala Bappeda dan PM Kota Palu Dharma Gunawan Mochtar menyebutkan, sebelum pemohon terverifikasi sebagai keluarga miskin TNP2K, maka dana itu tidak bisa dimanfaatkan. Makanya kata Dharma Gunawan yang saat ini ditunjuk sebagai pelaksana tugas Sekretaris Kota Palu, rekening calon penerima bantuan, saat ini diblokir sementera. Sambil menunggu proses verifikasi. Kepada Palu Ekspres, Jumat pekan lalu, Dharma mengaku sumber daya Bappeda PM sangat terbatas untuk melakukan verifikasi. (mdi)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization