Sabtu, 8 Agustus 2026

Sikap Polri soal Penyerangan Massa PDIP ke Radar Bogor

PALU EKSPRES, JAKARTA – Penyerangan massa PDIP Perjuangan Kota Bogor ke kantor Radar Bogor menuai kecaman dari banyak pihak. Sebab, hal itu dinilai menciderai kebebasan pers dan demokrasi.

Aksi itu sendiri akhirnya menuai kecaman dari banyak pihak. Tak hanya dari kalangan jurnalis dan organisasi kewartawanan, tapi juga pengamat dan politisi.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divhumas Polri Brigjen Mohammad Iqbal menegaskan pihaknya tidak akan tinggal diam.

Mantan Kapolrestabes Surabaya itu menyatakan, bakal menyelidiki dan memanggil semua pihak yang ikut dalam penggerudukan tersebut. Demikian disampaikan Iqbal saat dikonfirmasi, Jumat (1/6/2018).

“Kami akan selidiki. Kami akan memanggil semua pihak terkait,” kata Iqbal.

Iqbal memastikan, Polri akan memproses kasus ini secara hukum apabila memang ditemukan unsur pelanggaran hukum.

“Kalau sampai ada pelanggaran hukum, ya akan diproses hukum,” tegas mantan Kapolres Metro Jakarta Utara ini.

Untuk diketahui, massa PDIP kembali menggeruduk Graha Pena Bogor di Jalan KH R Abdullah bin Nuh No 30, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/6/2018)

Kedatangan mereka itu untuk kali kedua setelah aksi pertama pada Rabu (30/5/2018). Massa PDIP itu dipimpin anggota DPR RI dari Fraksi PDIP Diah Pitaloka dan politisi senior PDIP Kabupaten Bogor Rudi Harsa Tanaya.

Tuntutan massa PDIP tetap sama dengan demo sebelumnya yakni meminta media grup Jawa Pos itu meminta maaf atas pemuatan berita tentang gaji Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Megawati Soekarnoputri Rp112 juta.

Mereka mempersoalkan headline koran harian tersebut berjudul ‘Ongkang-ongkang Kaki Dapat Rp112 Juta.’ Massa PDIP juga mempersoalkan pemuatan info grafis yang memasang foto Megawati.

“Kenapa hanya foto Megawati yang dimuat? Kan banyak anggota BPIP. Kenapa tidak dimuat semua fotonya,” ucap Rudy.

Setelah diberikan penjelasan oleh Pemred Radar Bogor Tegar Bagja Anugerah, massa PDIP tetap tidak terima. Tapi mereka tetap menuntut Radar Bogor menyampaikan permintaan maaf.

Bahkan, salah satu petinggi DPC PDIP Kota Bogor menyebut akan ada 1.000 kader dan simpatisan PDIP yang akan turun jika Radar tidak segera menyampaikan permintaan maaf.

“Ada 1.000 kader yang mau datang ke sini. Tapi saya nahan-nahan terus. Intinya mereka ingin Radar Bogor minta maaf,” tegasnya.

“Bilang aja kalau tidak mau minta maaf, kita ratakan Radar Bogor,” teriak yang lain.

(jpnn/ruh/pojoksatu)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital