Senin, 10 Agustus 2026

Penyambungan Jembatan Kaleke Dikebut

CUKUP MEMBANTU – Inisiatif warga membangun jembatan sementara cukup membantu untuk melancarkan distribusi barang dan orang. (KIA/PE)

Warga Manfaatkan Jembatan Darurat
PALU, PE – Jalur transportasi yang menghubungkan Desa Maku dan Desa Kaleke – Sigi, kini tinggal bergantung pada jembatan darurat hasil kreasi warga setempat. Sekalipun darurat, namun  cukup membantu arus barang dan orang di dua desa bertetangga itu. Menurut Diman (47) tahun, ia dan beberapa warga di desa itu, berinisiatif membangun jembatan sementara untuk memudahkan lalulintas warga di dua desa itu.

Terlebih kata dia, banyak anak sekolah di Desa Maku yang  bersekolah di Kaleke. Jika tidak ada jembatan darurat, dapat dipastikan anak-anak itu tidak bisa bersekolah. Untuk memaksakam menyeberang sungai pun ungkap Diman nyaris mustahil karena arusnya deras. ”Apa lagi jika hujan di bagian hulu dipastikan banjir, arusnya deras dam dalam,” cerita Diman kepada Palu Ekspres Selasa 31 Mei 2016.

Akses lainnya, adalah memutar menuju Palu. Itupun nyaris mustahil dilakukan karena jaraknya yang jauh serta tidak ekonomis. ”karena itu akses satu-satunya adalah memanfaatkan jembatan darurat sembari menunggu perbaikan jembatan rampung,” ungkap Diman. Rekan Diman lainnya, Asip warga Kaleke menjelaskan, ide  membuat jembatan kayu muncul tatkala menyadari tingginya ketergantungan warga di dua desa itu terhadap jembatan dengan konstruksi baja tersebut.

Mulai pekerja kebun, buruh pasir, anak sekolah hingga pegawai kantoran menggunakan jembatan itu sebagai akses satu satunya. Ia dan beberapa rekannya lalu mengumpulkan kayu sisa jembatan dan beberapa pohon kelapa, membuat jembatan seadanya. Hasilnya, ternyata cukup membantu. Arus transportasi tidak putus.  Jembatan darurat itu hanya cukup dilalui motor dan orang.

Untuk melintasi jembatan itu, satu buah motor dipungut Rp5.000 sekali jalan. Sehari bisa 300 lebih motor yang menggunakan jasa jembatan penyeberangan tersebut. Hasilnya ungkap Diman dibagi rata oleh 5 – 10 orang yang berjaga sepanjang hari.

Untuk menyeberang, motor harus dituntun oleh dua sampai tiga orang. Kemiringan jembatan yang terjal dan lebar yang hanya sekira satu meter membuat motor bisa oleng bahkan jatuh di sungai. Karenanya, untuk menyeberang motor harus ditarik dua orang dengan tambang. Dan seorang lagi di atas motor mengendalikan setir agar tidak jatuh.

Demikian seterusnya hingga jam 20.00. Menurut Diman, sejak subuh mereka sudah bersiap di ujung jembatan menanti warga di dua desa itu yang hendak menyeberang. Berapa hasil yang didapat? Baik Diman maupun Asip enggan membeber sangu yang diperoleh.

”Tujuannya kita bukan soal ini. (uang). Tapi bagaimana anak-anak kami bisa sekolah. Soal tarif, terpaksa ditentukan besarannya karena kami juga beli pohon kelapa. Paku juga dibeli,” katanya. Sekalipun hasil yang didapat dari ”narik” motor setara dengan penghasilan buruh pasir, Diman berharap perbaikan jembatan Kaleke secepatnya rampung. ”Tidak mungkin kita berharap jembatan seperti ini, kalau banjir ilang semua,” katanya.

Dari  pantauan Palu Ekspres, proses penyambungan jembatan Kaleke terus dikebut. Dua alat berat tampak bekerja bergantian mengeruk pasir. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sigi, H. Ir Iskandar Nontji MM, mengatakan, akan mengupayakan proses perbaikan jembatan rampung secepatnya. (kia)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization