Minggu, 9 Agustus 2026

Ekspor Sulteng Juli 2018, Kontribusi Komoditas Pertanian Bergerak Naik

BPS Sulteng online

PALU EKSPRES, PALU – Selama Juli 2018, ekspor Sulawesi Tengah masih didominasi oleh dua kelompok komoditas utama, yaitu kelompok komoditas besi dan baja serta kelompok bahan bakar mineral (Migas). Dua komoditas ini sebenarnya masuk dalam kelompok sektor pertambangan yang mendorong nilai ekspor Sulteng terus bergerak naik.

Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng G.A. Nasser, SE, MM, Senin (3/9/2018),  menyebutkan kontribusi ekspor Sulteng dari kelompok komoditas besi dan baja selama Bulan Juli 2018 senilai US$ 277,10 Juta atau 71,77 persen dari total ekspor Sulteng senilai US$386,09 Juta. Selanjutnya, kontribusi bahan bakar mineral (Migas) senilai US$ 95,08 juta (24,63 persen). Kontribusi ekspor kelompok komoditas lainnya relatif kecil masing-masing di bawah US$ 6,00 juta. Sementara kontribusi komoditas lainnya termasuk pertanian di dalamnya, di mana komoditas ini berkontribusi sebesar 0,58 persen dari total ekspor Sulteng. Angka pastinya, US$2,25 Juta.
Nasser mengatakan, kontribusi komoditas pertanian terhadap ekspor Sulteng pada Bulan Juli 2018, sebenarnya mengalami kenaikan, yakni dari US$0,83 Juta atau 0,17 persen pada Maret 2018 menjadi US$2,25 Juta atau 0,58 persen pada Bulan Juli 2018.
Secara umum, nilai ekspor Sulawesi Tengah selama Juli 2018 adalah US$ 386,09 juta atau naik US$ 4,05 Juta juta (1,06 persen) dibanding bulan sebelumnya. Angka ini merupakan ekspor langsung melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 2.667,80 juta dan provinsi lain senilai US$ 3,72 juta.
Selama Januari-Juli 2018, total nilai ekspor Sulawesi Tengah tercatat US$ 2.667,80 juta atau meningkat US$ 1.298,98 juta (94,90 persen) dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar US$ 1.368,82 juta.”Ekspor Sulteng mengalami kenaikan luar biasa dibanding periode sebelumnya,” jelasnya.
Sementara itu, ekspor melalui Sulawesi Tengah senilai US$ 2.642,58 juta dan provinsi lain senilai US$ 25,22 juta.
Taiwan merupakan negara tujuan ekspor paling utama selama Juli 2018 yakni mencapai US$ 132,83 juta atau 34,40 persen dari total nilai ekspor Sulawesi Tengah, diikuti Jepang senilai US$ 95,11 juta (24,63 persen), Tiongkok senilai US$ 80,45 juta (20,84 persen), Korea Selatan senilai US$ 30,85 juta (7,99 persen), dan Malaysia senilai US$ 17,15 juta (4,44 persen). Sementara itu, nilai ekspor ke negara tujuan lainnya masing-masing di bawah US$ 14,00 juta.

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital