PALU EKSPRES, PALU– Asset kendaraan dinas Pemkot Palu dilaporkan banyak yang hilang dan rusak ketika bencana terjadi. Umumnya terseret gelombang tsunami ketika disiagakan di kawasan pantai.
Terhadap kehilangan dan kerusakan itu, Anggota Komisi B DPRD Palu, Joppy Alvi Kekung, minta instansi terkait segera mendata asset tersebut. Namun Joppi mengingatkan pendataan dilakukan dengan baik. Pendataan dan pelaporan ia harap harus terlaksana secara transparan.
“Ini berkaitan dengan berapa yang hilang dan berapa yang rusak,”ujar Joppi, Jumat 30 November 2018.
Menurut dia, asset yang dinyatakan hilang perlu dibuat laporan dalam berita acara. Sedangkan yang rusak harus dilakukan perhitungan tingkat kerusakan agar nantinya tergambar kisaran harga bila diperlukan untuk lelang. “Namun jika masih asset yang rusak namun bisa dilakukan service, ya sebaiknya service,”sarannya.
Joppi menambahkan, demikian pula perlakuan terhadap rongsokan jembatan yang mengandung besi. Menurut dia, pengelolaan terhadap rongsokan itu juga harus transparan. Sebab, rongsokan besi itu sesungguhnya masih memiliki nilai jika dijual sebagai besi tua.
“Harus jelas laporannya. Karena itu seharusnya tercatat juga sebagai asset,”ujarnya.
Joppy menambahkan, pihaknya akan tetap mengawal proses pengelolaan asset, khususnya yang terdampak bencana. “Kami akan rutin koordinasikan hal ini,”pungkasnya.
(mdi).






