Rabu, 30 September 2026
Daerah  

SMKN 1 Parigi Kelola Daun Kelor Jadi Produk Unggulan

PALU EKSPRES, PARIGI– Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Parigi Kabupaten Parigi Moutong melaunching produk tecknopark “Nalori” berlangsung di halaman SMK Negeri 1 Parigi, Kamis (17/1/2019).

Technopark adalah salah satu wadah untuk menghubungkan institusi pendidikan menengah (SMK) dengan dunia industri, perguruan tinggi, pusat riset dan pelatihan, kewirausahaan, pemerintah pusat dan daerah dalam satu lokasi yang memungkinkan aliran informasi dan teknologi secara efisien dan cepat.

Kepala Sekolah SMK Negeri 1 Parigi, Muhamad Boking yang ditemui usai kegiatan launching menjelaskan, di SMK Negeri Parigi terdapat tujuh jurusan. Yakni, jurusan teknik komputer jaringan, akuntansi, arsitek, nautika kampal penangkap ikan, pengolahan hasil perikanan, dan tekhnik sepeda motor.
“Yang terkait dengan kegiatan ini ada dua kompetensi keahlian yakni, pengolahan hasil perikanan dan nautika kapal penangkap ikan,”ujarnya.

Menurut dia, yang diberikan kepercayaan untuk teknopark ini di seluruh SMK di Sulawesi Tengah, hanya ada dua Sekolah yaitu, SMK Negeri 1 Palu dan SMK Negeri 1 Parigi dengan produk unggulan adalah olahan daun kelor dan camilan tulang ikan. Kedua sekolah tersebut dibina langsung oleh Institute Pertanian Bogor (IPB) selama kurang lebih lima bulan lamanya.

“Nah, tenaga ahli yag kita gunakan termasuk juga dari Parigi yaitu, dr. Agus S. Hadi, beliau ini termasuk pakar pengolahan daun kelor di Parigi,” ungkapnya.

Dia mengatakan, SMK Negeri 1 Parigi ini akan menjadi pusat inkubasi bisnis, yang sekaligus pusat pelayanan industri dan tekhnologi, baik kepada SMK itu sendiri maupun masyarakat luas. Selain itu, juga sebagai pusat pemasaran hasil produk.
Adapun hasil olahan yang ditampilkan oleh SMK Negeri 1 Parigi itu adalah hasil pertanian dan perikanan.
”Sebagai produk unggulan yang kita launching tadi itu adalah olahan daun kelor, daging ikan, dan olahan tulang ikan, karena limbah tulang itu banyak sekali di Parigi Moutong. Saya kira untuk tidak menjadi limbah, makanya kita olah agar bisa dikomersilkan,” ujarnya.

(asw/palu ekspres)

 

302 Found

302

Found

The document has been temporarily moved.