Selasa, 8 September 2026
Daerah  

Grasi Susrama si Pembunuh Wartawan Jawa Pos Lukai Kebebasan Pers

PALU EKSPRES, DENPASAR – Ironi keadilan di negeri ini kembali tersaji. Itu terjadi setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan grasi kepada I Nyoman Susrama, narapidana (napi) kasus pembunuhan berencana terhadap wartawan Jawa Pos Radar Bali Anak Agung Gde Bagus Narendra Prabangsa. Susrama “diampuni” dari pidana seumur hidup menjadi hukuman penjara sementara.

Grasi untuk Susrama tersebut merujuk pada Keppres Nomor 29 Tahun 2018 tertanggal 7 Desember 2018 tentang Pemberian Remisi Berupa Perubahan dari Pidana Penjara Seumur Hidup Menjadi Pidana Penjara Sementara.

Susrama merupakan satu di antara 115 napi seumur hidup yang terdaftar mendapat grasi dari presiden.

“Ini (pemberian grasi untuk Susrama, Red) sinyal bahwa pemerintah kurang memberikan dukungan kepada wartawan,” kata Ketua Umum Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Abdul Manan kepada Jawa Pos kemarin (22/12/2019).

Mencuatnya dokumen grasi itu membuat kecaman terhadap Jokowi mengalir deras dari kalangan wartawan dan penggiat pers di tanah air. Sebab, kasus pembunuhan Prabangsa pada 11 Februari 2009 memang mendapat perhatian publik cukup besar.

Betapa tidak, kala itu Prabangsa dihabisi secara sadis oleh orang suruhan Susrama. Cara membunuhnya pun terbilang sadis. Kedua tangan Prabangsa diikat, kepala dihantam balok, lalu tubuhnya dibuang ke laut. Jasad Prabangsa kemudian ditemukan di Pantai Bias Tugel, Desa Padangbai, Karangasem, Bali, dalam kondisi tidak bernyawa.

Menurut Manan, pengungkapan kasus Prabangsa saat itu sebenarnya menjadi kabar gembira bagi kalangan pers. Sebab, selama ini sangat jarang aparat bisa menuntaskan kasus kekerasan terhadap jurnalis sampai tingkat pengadilan.
“Pemberian grasi (kepada Susrama, Red) ini menodai kabar baik itu (upaya penegakan hukum terhadap kekerasan pada wartawan, Red) sebenarnya,” cetus dia.

Kecaman terhadap pemberian grasi itu juga datang dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers. Menurut LBH Pers, kebijakan presiden tersebut sangat ironis di tengah banyaknya pekerjaan rumah pengungkapan kasus kekerasan terhadap jurnalis yang belum diselesaikan hingga saat ini.

“Ironisnya begini, di satu sisi kasus (kekerasan terhadap, Red) jurnalisnya tidak diungkap secara baik, tapi kalaupun (kasus kekerasan) terbukti, ternyata mendapat keringanan,” ucap Direktur Eksekutif LBH Pers Ade Wahyudin saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Sementara itu, LBH Bali akan melakukan pengkajian terhadap grasi tersebut dalam waktu satu hingga dua hari ke depan. Pengkajian tidak hanya terfokus pada Susrama. Sebab, ada napi lain yang divonis seumur hidup dan mendapatkan keringanan serupa. “Kita coba juga mengajak kawan-kawan (elemen) lainnya untuk mengkaji ini,” kata Ketua LBH Bali Ni Kadek Vany Primaliraning.

Sementara itu, istana terkesan bungkam terkait grasi yang diberikan kepada Susrama. Saat dikonfirmasi, Menteri Sekretaris Kabinet Pramono Anung menolak berkomentar. Dia menyerahkan persoalan tersebut ke menteri sekretaris negara (Mensesneg). “Itu tanya Pak Mensesneg. Grasi urusan Mensesneg,” ujarnya.

Saat dikonfirmasi, Mensesneg Pratikno juga menolak berbicara banyak. Dia hanya menyebutkan, yang tahu proses pemberian grasi adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna Laoly. Termasuk menyangkut parameter maupun persyaratannya. “Tadi saya telepon Pak Menkum HAM, katanya kalau ada yang tanya, telepon saya,” kata Pratikno menirukan pernyataan Yasonna.

Susrama merupakan satu di antara 115 terpidana seumur hidup yang mendapatkan grasi dari presiden. Mereka masuk kategori terpidana dengan kasus kriminal berat. Dengan grasi tersebut, hukuman seumur hidup yang diterima Susrama berubah menjadi hukuman 20 tahun penjara. Surama divonis penjara seumur hidup oleh majelis hakim PN Denpasar yang diketuai Djumain pada 15 Februari 2010.

Berdasar penelusuran koran ini, Susrama mulai ditahan pada 26 Mei 2009. Artinya, adik mantan Bupati Bangli I Nengah Arnawa itu belum genap sepuluh tahun berada di dalam penjara setelah membantai Prabangsa pada 11 Februari 2009. Selama ini Susrama ditahan di Rutan Kelas II-B Bangli.

Dalam surat presiden setebal 40 halaman itu, nama Susrama berada di urutan ke-94 dengan keterangan perkara pembunuhan berencana yang dilakukan secara bersama-sama berdasar putusan PN Denpasar Nomor 1002/Pid.B/2009/PN.DPS/ tanggal 15 Februari 2010 juncto putusan PT Denpasar Nomor 29/PID/2010/PT.DPS tanggal 16 April 2010 juncto putusan Kasasi MA Nomor 1665K/PID/2010 tanggal 24 September 2010.

“Memberikan remisi berupa perubahan dari pidana penjara seumur hidup menjadi pidana penjara sementara kepada narapidana yang namanya tercantum dalam lampiran keputusan presiden.” Demikian petikan salah satu kalimat yang tertuang dalam surat keputusan presiden.

(tyo/far/jun/san/hai/yes/c9/agm)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam