MAKASSAR, PALUEKSPRES.COM — Dr Hasanuddin Atjo, mantan Kepala Bappeda Sulawesi Tengah, hari ini, Minggu (6/9/2026), menikahkan putrinya, dr Dewi Nurul Sakinah, Sp.JP, dengan kekasih hatinya, dr Ahmad Muhajir, Sp.OT.
Prosesi pernikahan yang dirangkai dengan acara ngunduh mantu itu berlangsung di Hotel Claro Makassar, dalam suasana penuh kebahagiaan dan kehangatan keluarga.
Hasanuddin Atjo secara langsung menikahkan putrinya di hadapan penghulu dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kota Makassar, para saksi keluarga, kerabat serta undangan yang hadir.
Dewi Nurul Sakinah merupakan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (Sp.JP), sementara Ahmad Muhajir merupakan dokter spesialis ortopedi dan traumatologi (Sp.OT). Keduanya kini memasuki babak baru kehidupan sebagai pasangan suami istri.
Salah satu hal yang menarik perhatian dalam prosesi pernikahan tersebut adalah mahar yang diberikan Ahmad Muhajir kepada Dewi.
Sang mempelai pria menyerahkan mahar berupa 88 real, satu set perhiasan berlian, logam mulia seberat 20 gram, serta seperangkat alat salat.
Seluruh mahar tersebut diserahkan dan dibayarkan secara tunai dalam prosesi akad nikah.
Bagi Hasanuddin Atjo, pernikahan tersebut menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan keluarganya. Ia mengantarkan langsung putrinya memasuki kehidupan baru, sekaligus menjalankan perannya sebagai orang tua dalam prosesi sakral tersebut.
Nama Hasanuddin Atjo sendiri cukup dikenal di lingkungan pemerintahan Sulawesi Tengah. Ia pernah dipercaya sebagai Kepala Bappeda Sulawesi Tengah. Sebelumnya, ia juga pernah menjabat Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan pada era Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola.
Setelah prosesi akad, penghulu KUA Kota Makassar, Syahruddin, S.Ag., M.Pd.I, menyampaikan pesan kepada kedua mempelai mengenai kehidupan berumah tangga.
Syahruddin mengingatkan bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua orang, tetapi merupakan awal dari perjalanan panjang untuk membangun keluarga yang utuh, harmonis dan langgeng.
Menurutnya, pasangan yang baru menikah harus memahami peran masing-masing. Komunikasi, saling menghargai, saling menguatkan serta kesediaan untuk menjalankan tanggung jawab bersama menjadi fondasi penting dalam kehidupan rumah tangga.
Ia juga menekankan bahwa peran orang tua tidak berhenti ketika anak telah menikah.
Orang tua, kata Syahruddin, tetap dapat memberikan nasihat dan bimbingan kepada kedua mempelai ketika menghadapi persoalan dalam kehidupan keluarga. Namun, nasihat tersebut hendaknya menjadi bagian dari upaya membimbing pasangan agar mampu menjalankan perannya masing-masing sebagai suami dan istri.
Pesan tersebut menambah kehangatan suasana acara ngunduh mantu Dewi dan Ahmad.
Dengan latar belakang keduanya sebagai tenaga medis, pernikahan ini sekaligus menjadi awal perjalanan baru bagi pasangan tersebut untuk membangun keluarga sekaligus melanjutkan pengabdian melalui profesi masing-masing.
Bagi keluarga Hasanuddin Atjo, Minggu hari ini menjadi hari istimewa. Seorang putri yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan keluarga kini resmi melepas masa lajang dan memulai kehidupan bersama pendamping pilihannya.
Selamat menempuh hidup baru untuk dr Dewi Nurul Sakinah, Sp.JP dan dr Ahmad Muhajir, Sp.OT. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah, dipenuhi kebahagiaan, dan langgeng hingga akhir hayat. (aaa)






