Senin, 10 Agustus 2026

IUP Tumpang Tindih Alasan Gubernur Sulteng Lakukan Penciutan

SIDANG PTUN – Suasana sidang di PTUN Palu dalam kasus gugatan  PT Persadatama Inti Mandiri dan sidang intervensi PT Bintang Delapan Wahana kepada Pemprov Sulteng, Rabu 26 Oktober 2016. (IMAM/PE)

PTUN Sidangkan Gugatan terhadap Gubernur soal Tambang
PALU, PE  – Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola dinilai telah “berbaik hati” karena hanya menciutkan lahan enam perusahaan tambang di Morowali yang tumpah tindih. Padahal,  bila mengikuti  Peraturan Menteri ESDM No 43 tahun 2015  Tata Cara Evaluasi Penerbitan Izin Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara, gubernur bisa saja mencabut semua Izin Usaha Pertambangan (IUP)  bagi perusahaan tambang yang baru muncul belakangan.

”Tapi Gubernur berkali-kali menegaskan  untuk tidak mencabut IUP perusahaan tersebut. Dengan pertimbangan agar semua perusahaan itu hidup. Kata gubernur, mereka kan juga pengusaha, biar sama-sama hidup,” demikian Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral, Bambang Sunaryo kepada Palu Ekspres, Rabu 26 Oktober 2016.

Atas kebijakan itulah lalu Gubernur memutuskan untuk melakukan penciutan lahan. Alih-alih  mendapat ucapan terima kasih, ternyata gubernur malah digugat oleh enam perusahaan tambang itu. Hal ini dikatakan Bambang kepada PE di sela-sela menunggu sidang gugatan  terhadap gubernur Sulteng di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) kemarin. Bambang hadir selaku saksi dari pihak gubernur Sulteng menghadapi gugatan dari PT Persadatama Inti Mandiri dan sidang intervensi PT Bintang Delapan Wahana.

Sebelumnya Kuasa Hukum Gubernur Sulteng, Errol Kimbal SH mengatakan keputusan gubernur ini berdasarkan Surat KPK NO.B-2633/10-15/03/2016  tanggal 18 Maret 2016, tentang Tindak lanjut Koordinasi dan Supervisi Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Surat itu mendesak agar pemprov Sulteng melakukan penelaahan terhadap semua Ijin usaha Pertambangan, ujar Errol. “Pemprov diminta segera mengirimkan rekomendasi final ke Dirjen Minerba dan KPK sebelum 12 Mei 2016,”tandasnya kepada PE.

Dasar hukum lain kata dia, berdasarkan surat Mendagri No 590/1255/BAK tanggal 3 Juni 2015, perihal hasil temuan tim investigasi Kemendagri tentang tumpang tindihnya pertambangan dan Pemanfaatan Sumber Daya Alam di Kabupaten Morowali. “Gubernur diminta  menyelesaikan masalah tumpang tindih pertambangan dan pemanfaatan SDA yang terjadi di Morowali,” ujar Errol.

Dalam sidang Rabu 26 Oktober 2016 yang dipimpin oleh Hakim, Haryati SH MH, Bambang menjelaskan bahwa persoalan ini terungkap berawal dari perubahan tapal batas antara Sulteng dan Sulawesi Tenggara. Sebelumnya pada tahun 2007 di Kabupaten Konawe telah berdiri IUP PT Bintang Delapan Wahana. Ketika terjadi perubahan tapal batas pada tahun 2010, sebagian wilayah Konawe yang didalamnya terhadap IUP  PT  Bintang Delapan Wahana masuk menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Morowali.

Sebelum tahun 2014, IUP itu dikeluarkan oleh kepala daerah setempat. Pada saat itu Kabupaten  Morowali dipimpin Bupati Anwar Hafid. Lalu terbit UU No 23 tahun 2014,  kewenangan mengeluarkan IUP ditarik menjadi tanggung jawab gubernur. Mau tidak mau, Longki Djanggola selaku gubernur Sulteng harus mengikuti peraturan pemerintah mulai melakukan evaluasi terhadap semua ijin tambang yang ada di Sulteng.

Hasil evaluasi ini harus dikirim ke Kementerian ESDM untuk bisa diterbitkan sertifikat Clear and Clean bagi perusahaan itu.
Nah, ada empat syarat Clear and Clean salah satunya wilayah IUP tidak boleh ada tumpang tindih di atas wilayah komoditas yang sama. Menurut Pasal 7 UU No.4 tahun 2009 jika syarat-syarat itu yang ditentukan tidak dipenuhi, maka IUP bisa dicabut oleh Gubernur ataupun Dirjen Minerba Kementerian ESDM.  Saat ini pihak penggugat PT Persadatama Inti Jaya Mandiri juga belum memiliki sertifikat Clear and Clean.

Sidang kemarin menghadirkan saksi-saksi dari pihak tergugat yakni Gubernur Sulteng. Pihak penggugat sendiri belum bisa menghadirkan saksi. Maka, agar sidang tetap berjalan Majelis Hakim memutuskan untuk memberi kesempatan kepada tergugat yang telah membawa saksi-saksi untuk dihadirkan pada persidangan hari itu. (aaa)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization