Senin, 10 Agustus 2026

Pemuka Agama Hasilkan 6 Butir Kesepakatan

BERGANDENGAN – Kakanwil Kemenag Sulteng, Abdullah Latopada, bersama tokoh-tokoh lintas agama bergandengan tangan, sepakat untuk terus menjaga kerukunan dan toleransi antarumat beragama. (IMAM/PE)

Para Tokoh Agama Bertemu, Sepakat Terus Jaga Kerukunan
PALU, PE – Derasnya informasi yang beredar tentang gerakan aksi demonstrasi bela Islam, baik di DKI Jakarta maupun di sejumlah daerah lain, tentang tuntutan penuntasan kasus dugaan penistaan agama, oleh Gubernur DKI Jakarta (nonaktif) Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), pada Jumat 4 November 2016 besok, dikhawatirkan akan dimanfaatkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab, untuk memprovokasi dan menyeret-nyeret persoalan tersebut menjadi gesekan yang bernuansa Suku, Agama, Ras dan Antargolongan (SARA).

Untuk mengantisipasi terjadinya hal yang tidak diinginkan tersebut, khususnya di wilayah Sulteng, Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sulteng, Rabu 2 November 2016 kemarin, memanggil para tokoh lintas agama, untuk berdialog dan menyamakan persepsi. Pertemuan ini dipimpin langsung Kepala Kanwil (Kakanwil) Kemenag Sulteng, Abdullah Latopada, di ruang kerjanya, mulai pukul 09.00 WITa.

Kakanwil Kemenag Sulteng, Abdullah Latopada, menyebutkan, pertemuan tokoh-tokoh lintas agama yang diadakan oleh Kemenag Sulteng, merupakan bentuk langkah antisipatif, terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Selaku perwakilan pemerintah yang mengurus persoalan agama, maka dari itu kami memanggil para tokoh agama, untuk bersama-sama kita mengambil tanggung jawab mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, apalagi yang berbau SARA. Masing-masing tokoh agama mengingatkan kepada umatnya,” kata Abdullah.Dalam pertemuan tersebut, para tokoh lintas agama kemudian melahirkan enam butir kesepakatan, yang ditandatangani oleh Kakanwil Kemenag Sulteng bersama Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB).

Poin-poin kesepakatan tersebut, yakni, pertama, menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, keutuhan NKRI, menjaga kedamaian, saling hormat menghormati antarpemeluk umat beragama, menjaga toleransi dan kerukunan umat beragama.Kedua, tidak melakukan provokasi dan tindakan anarkis dalam menyuarakan aspirasi yang menyangkut isu penistaan agama. Ketiga, menyerahkan sepenuhnya isu penistaan agama kepada aparat penegak hukum. Keempat, mengharapkan pemerintah berlaku adil dan transparan dalam penegakan hukum menyangkut penistaan agama.Kelima, mengimbau kepada tokoh-tokoh agama dan masyarakat, untuk menahan diri, menjaga kerukunan dan kedamaian, dan tidak terpancing dengan pihak-pihak tertentu yang ingin menunggangi dan memanfaatkan situasi, yang ingin merusak persatuan dan kesatuan bangsa, merusak kerukunan umat beragama, yang telah terjalin secara harmonis di tengah-tengah masyarakat. Keenam, mengimbau kepada aparat untuk menjaga kestabilan keamanan secara kondusif.

Selain itu, para tokoh lintas agama juga bersepakat, untuk terus menjaga kerukunan dan kedamaian, serta toleransi antarumat beragama, tidak hanya untuk menyikapi hal yang saat ini tengah terjadi, namun terus menjaga kerukunan tersebut hingga seterusnya. “Mari kita jadikan kerukunan ini abadi, hingga seterusnya,” tandas Abdullah. (mg01)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization