Minggu, 9 Agustus 2026

Pengamat: Jokowi Galak, Prabowo Terlalu Baik

PALU EKSPRES, JAKARTA – Pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago mengatakan calon presiden Joko Widodo terlihat lebih ofensif dan galak saat debat kedua capres di Hotel Sultan, Jakarta, Ahad (17/2/2019) malam.

“Contohnya, Jokowi mengatakan Prabowo jangan pesimistis,” ujar Pangi di Jakarta, Senin (18/2/2019).

Mantan Wali Kota Surakarta tersebut, kata Pangi, juga terkesan menyerang pribadi calon presiden Prabowo Subianto. Misalnya, soal kepemilikan tanah seluas 220 ribu hektare di Kalimantan dan 120 ribu hektare di Aceh Tengah.

“Prabowo memang menyempatkan di ujung debat mengklarifikasi bahwa tanah yang dikuasai ratusan ribu hektare benar, itu HGU milik negara,” ucapnya.
Menurut Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini, gaya Jokowi di debat putaran kedua berbeda dengan gaya yang ditampilkan capres nomor urut 02.

“Prabowo terkesan lebih bijak dan tak menyerang. Kesan yang muncul juga terlalu berbalas kasihan dan terlalu baik pada Jokowi. Padahal, sang penantang harusnya cenderung memainkan strategi menyerang. Namun, di debat kemarin justru petahana yang ditagih janjinya tampil agresif menyerang,” katanya.

Pangi juga menyatakan Prabowo terlalu baik memuji kinerja Jokowi. Mestinya bisa mengkritik dengan menyatakan mengapa Jokowi menyebut ‘baru akan’ dan ‘sedang kami rencanakan’.
Selain itu, Prabowo, kata Pangi, bisa membantah atau paling tidak mengonfirmasi ulang apabila ada penyebutan data yang keliru dari Jokowi. “Sayangnya, Prabowo hanya diam dan tak membantah data Jokowi. Kebijakan Jokowi yang sudah baik malah diamini Prabowo,” tuturnya.

Pangi menduga, bisa saja dengan sikap tersebut Prabowo ingin memberikan pesan makna politis, sehingga tercitrakan sebagai calon presiden negarawan dan nasionalis.

“Prabowo memang tak seluruhnya menerima begitu saja pemaparan Jokowi. Ia juga terlihat menyerang dengan mengkritik soal infrastruktur Jokowi,” ucap Pangi.

Sayangnya, Ketua Umum DPP Partai Gerindra itu tidak menggunakan data yang kuat membantah soal infrastruktur, kecuali soal MRT Palembang dan Bandara Kertajati, Bandung.

(gir/jpnn)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital