PALU EKSPRES, PARIGI– Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), Jalaludin mengatakan, sebanyak 90 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Parimo, siap mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) pada bulan April mendatang.
Jalaludin mengatakan berdasarkan koordinasi yang dilakukan pihaknya dengan seluruh kepala sekolah di Parimo, jumlah siswa kelas tiga yang menjadi peserta ujian nasional tahun 2019 ini sebanyak 7.890 orang, baik negeri maupun swasta.
Dari jumlah tersebut lanjut dia, tahun ini baru 90 SMP yang menyatakan siap untuk melaksanakan UNBK karena telah ditunjang dengan berbagai fasilitas dan jaringan internet pendukung di sekolah masing-masing.
“Berdasarkan data tahun ini ada 90 sekolah yang siap karena fasilitas dan jaringannya sudah memadai,” kata Jalal sapaan akrabnya kepada media ini di kantornya, Rabu 20 Februari 2019.
Ia menjelaskan, untuk mengoptimalkan pelaksanaan UNBK tahun ini, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak PLN setempat, agar pada pelaksanaan ujian bulan April nantinya tidak terjadi pemadaman listrik.
Selain itu, lanjut dia, koordinasi juga akan dilakukan ke Telkom yang berkaitan dengan jaringan internet. Sehingga, tidak menjadi penghambat saat proses ujian berlangsung.
Ia menambahkan, saat ini masih terdapat 24 sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas Tulis (UNKP). Hal itu meliputi 19 sekolah negeri dan 5 sekolah swasta. Sekolah tersebut terletak di beberapa wilayah utara dan Selatan Kabupaten Parimo, karena alasan sarana dan prasarana yang belum memadai.
Sebenarnya menggunakan fasiltas sekolah lain dapat saja dilakukan. Tetapi, sekolah lain menggunakan sistem tiga sesi. Apabila itu ditambah, dikhawatirkan tidak ada waktu untuk sesi lainnya. Sebab memiliki aturan tersendiri dalam penggunaan jaringan terbuka.
“Tapi kami upayakan tahun 2020 mendatang sekolah ini akan melaksanakan UNBK, bukan UNKP lagi. Makanya, kami menggenjot pihak sekolah untuk memaksimalkan penginputan data Dapodiknya mengenai sarana dan prasarana sekolah,” ujarnya.
(asw/palu ekspres)





