PALU EKSPRES, DONGGALA – Salah seorang pegawai PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) cabang Pantoloan wilayah kerja pelabuhan Donggala, Anton (60) menutup pintu masuk pelabuhan Donggala dengan cara dilas.
Perbuatan Anton tersebut mengundang reaksi para buruh pelabuhan yang sedang bekerja bongkar muat barang di pelabuhan. Buruh menduga ada upaya Pelindo menghalangi pekerjaan para buruh bongkar muat.
Karena kesal buruh-buruh pelabuhan itu mencoba membuka pintu besi yang dilas dengan paksa. Sempat terjadi adu mulut antara Anton dan kepala buruh pelabuhan Donggala.
“Saya hanya menjalankan perintah dari pimpinan Pelindo di Pantoloan,” ujar Anton ditemui di lokasi, Senin 18 Maret 2019.
Ia beralasan, penutupan pintu masuk tersebut untuk tindakan pengamanan di areal Pelabuhan Donggala.
Sementara itu, Kepala otoritas pelabuhan Donggala, Almubin mengaku kecewa dengan tindakan yang dilakukan pegawai Pelindo itu.
Mubin mengatakan urusan pengelolaan dan keamanan pelabuhan adalah kewenangan kepala otoritas pelabuhan Donggala, bukan kewenangan Pelindo.
“Saya juga heran kenapa pintu masuk itu mereka tutup. Urusan pelabuhan ini kewenangan saya. Pelindo menutup pintu masuk tanpa koordinasi dengan saya,” kata Mubin
Menurutnya, sebagai kepala otoritas pelabuhan, dialah yang paling bertanggungjawab. Sementara Pelindo tidak berwenang. Mubin mendapat info penutupan tersebut atas perintah GM Pelindo. Ia mensinyalir ada upaya untuk mematikan aktivitas pelabuhan Donggala.
“Kita bersyukur pelabuhan ini bisa kembali beroperasi. Itu artinya orang bisa bekerja dan roda perekonomian bisa berjalan. Sekian lama kita perjuangkan agar pelabuhan ini kembali beroperasi. Kalau begini caranya saya menduga ada upaya agar pelabuhan ini tidak beroperasi,” pungkasnya.
(mg6/palu ekspres)





