Minggu, 9 Agustus 2026

Mei 2019, Bahan Makanan dan Makanan Jadi Pemicu Inflasi di Palu

PALU EKSPRES, PALU– Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Tengah mencatat Kota Palu mengalami inflasi sebesar 0,97 persen pada periode Mei 2019. Inflasi kali ini terbilang tinggi karena di atas rata – rata nasional.
Sementara laju inflasi tahun kalender bulan Mei 2019 terhadap Mei 2018 sebesar 1,15 persen. Adapun inflasi year on year tercatat sebesar 6,29 persen.

Kepala BPS provinsi Sulteng, Faizal Anwar didampingi Bidang Statistik Distribusi BPS Sulteng, GA Nasser, saat menjelaskan fluktuasi indeks harga kelompok bahan makanan di Kota Palu, Senin (8/6/2019) di kantor sementara BPS Provinsi Sulteng, mengatakan, inflasi Kota Palu dipengaruhi oleh andil kenaikan indeks harga yang terjadi pada kelompok bahan makanan sebesar 3,72 persen. Pengungkit inflasi di Kota Palu juga karena indeks kenaikan harga kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,65 persen. Selanjutnya, kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,51 persen, kesehatan 0,10 persen, serta sandang 0,08 persen.

Sedangkan indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,10 persen dan 0,02 persen.

“Meskipun kelompok penyumbang inflasi sebagian besar mengalami kenaikan harga, tetapi ada yang menjadi penekanan inflasi.
Yakni indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar, serta kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga mengalami penurunan masing-masing sebesar 0,10 persen dan 0,02 persen,” ujarnya

Sementara dari 82 kota pantauan IHK nasional, sebanyak 81 kota mengalami inflasi dan hanya 1 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tual sebesar 2,91 persen dan terendah di Kota Kediri sebesar 0,05 persen. Kota Merauke menjadi satu-satunya yang mengalami deflasi yakni sebesar 0,49 persen. Kota Palu menempati peringkat ke-23 inflasi tertinggi nasional dan ke-10 di kawasan Sulampua.

(fit/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital