Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Intercept Generation, Perannya dalam Transisi Kepemimpinan Era Milenial

Hasanuddiin Atjo. Foto: Dok

GENERASI kelompok milenial dan non milenial kini menjadi penghuni planet bumi. Menurut Yanuar Surya Putra dalam teori perbedaan generasi (2016), bahwa kelompok milenial terdiri dari Y-generation, Z-generation, dan Alfa-generation. Pembeda ketiganya terletak di tahun kelahiran, yaitu Y-gen dilahirkan tahun 1980 – 1995, Z-gen. 1996 – 2010, dan A-gen setelah tahun 2010.

Berdasarkan struktur ini maka kelompok milenial di tahun 2019 berumur antara 9 dan 39 tahun dan jumlahnya diperkirakan lebih besar dari kelompok non milenial.

Pada Pileg dan Pilpres tanggal 17 April 2019, jumlah pemilih milenial (usia 17 -39 tahun) sekitar 85 juta orang dari 185 juta pemilih. Selanjutnya kelompok non milenial terdiri dari Veteran generation lahir 1925 – 1946, Baby Boomers generation lahir tahun 1945-1964, dan X generation lahir di tahun 1965-1976.

Kepemimpinan saat ini didominasi oleh tiga generasi yaitu Baby Boomers generation dan X generation mewakili kelompok non milenial, serta Y generation mewakili kelompok milenial. Ketiga generasi ini memiliki karakter dan model berpikir yang berbeda. Kelompok Y generation cenderung selalu update, adaptif, inovatif, demokratis, tegas dan tidak formal. Sedangkan Baby Bommers dan X generation cenderung berlawanan dengan karakter dan model berpikir Y generation. Namun diantara tiga generasi ini, dari perspektif karakter dan model berpikir ada generasi lain yang dinamakan “ Intercept Generation”.

“Intercept Generation”


Matematika dasar mengenal yang namanya teori himpunan. Dalam konteks generasi, maka ada tiga himpunan, yaitu himpunan baby boomer generation, X generation dan Y generation. Diantara tiga himpunan generasi itu, ada yang namanya Intercept Generation atau irisan ketiganya.
Intercept generation ini akan terbagi menjadi dua sub kelompok, yaitu Intercept generation 1 (IG1) dan Intercept generation 2 (IG2). IG1 adalah generasi yang usianya non melenial , namun karakter dan model berpikirnya menyesuaikan dengan milenial. IG2 adalah generasi yang usianya milenial, namun karakter dan model berpikirnya menyerupai non milenial.

Karena itu IG1 dipastikan akan mampu mengikuti perkembangan pradaban yang sangat dinamis dan cepat. Dan kepada IG2 diharapkan dapat lebih terbuka, mau belajar dan mau maju, sehingga tidak terus berada di rana kelompok IG2 agar bisa menjadi bagian dari perubahan pradaban.

Ini tentunya diperlukan sebuah skenario tersendiri, kerena kelompok ini juga merupakan asset bangsa.

Transisi Kepemimpinan

Secara umum kondisi menunjukkan bahwa kepemimpinan puncak baik di Pemerintahan maupun di private sector masih dikuasasi dan dikendalikan oleh kelompok IG1. Namun pada level di bawahnya, sudah merupakan perpaduan kelompok IG1 dan kelompok milenial. Konfigurasi seperti ini menunjukkan bahwa peran kepemimpinan IG1, khususnya di negara berkembang untuk beberapa tahun mendatang masih strategis dan harus diberi ruang untuk mempersiapkan tongkat estafet kepemimpinan kepada generasi milenial.

Di negara maju proses transisi ini berlangsung lebih cepat, dibandingkan di negara berkembang. Indonesia adalah salah satu negara berkembang, yang sedang dan telah mempersiapkan sejumlah skenario terkait upaya mempersiapkan kepemimpinan bagi generasi berikutnya. Namun proses ini berpulang kepada partai-partai politik sebagai pengusung, dan berpulang juga kepada masyarakat yang memiliki hak pilih terhadap lahirnya seorang pemimpin dalam sebuah pesta demokrasi.

Bila paradigma partai politik dan masyarakat sudah berada pada tujuan yang sama, yaitu melahirkan pemimpin yang “Dapat menerobos batas; “Mampu melihat di balik bukit” dan; “Berpikir muti dimensi” maka lahirlah pemimpin-pemimpin sesuai tuntutan pradaban yang dapat membawa perubahan, kemajuan dan kesejahteraan sebuah bangsa.

Sebagai catatan bagi kandidat dari kelompok non milenial maupun milenial yang ingin bertarung dalam pesta demokrasi di tahun 2020, 2022 dan 2024 mendatang tentunya harus mengubah karakter dan model berpikirnya menyesuaikan dengan pemilih dari kelompok milenial yang jumlahnya sudah akan lebih besar dari tahun 2019. Tidak lagi sekedar memiliki populeritas dan kekuatan materi, tetapi memiliki konsep dan arah yang jelas dalam rangka menjadi Indonesia Hebat 2045.

Indonesia Hebat 2045

PricewaterhouseCoopers (PwC) merupakan kantor Jasa Profesional reputasi dunia memprediksi bahwa Indonesia 100 tahun setelah merdeka, yaitu di tahun 2045 akan menjadi Negara Maju dengan kekuatan ekonomi no. 5 dunia, setelah China, Amerika Serikat, India dan Brasil jikalau mampu memanfaatkan kekayaan sumberdaya alam dan bonus demografinya.

Diperkirakan tingkat pendapatan atau Produk Domestik Bruto, PDB saat itu akan mencapai 5 triliun dollar US, bahkan di tahun 2050 PDB Indonesia diprediksi bisa mencapai 10 triliun dollar US.
Sebagai pembanding bahwa pada tahun 2018 PDB Indonesia untuk pertama kalinya tembus di angka 1 triliun dollar US. Sejumlah catatan kelemahan yang masih menjadi pekerjaan rumah bagi negeri ini untuk menggapai Indonesia Hebat 2045, diantaranya adalah kondisi infrastruktur, kualitas SDM, ketersediaan data dan informasi serta kemajuan inovasi dan teknologi.

Karena itu Indonesia membutuhkan sejumlah pemimpin yang karakter dan model berpikirnya mengikuti tuntutan pradaban, tuntutan era milenial. Dipundak mereka ada beban tugas untuk merancang bagaimana kelemahan-kelemahan yang telah disebutkan tadi untuk kemudian diubah menjadi sejumlah tantangan, menjadi sejumlah peluang dan selanjutnya menjadi sejumlah kekuatan sebagai salah satu modal dasar menjadi Indonesia Hebat 2045. Karena itu negeri ini menantikan lahirnya sejumlah “SANG PENEROBOS BATAS” mulai dari pemilihan wakil Rakyat, kepala Negara sampai kepada kepala Wilayah. SEMOGA

(Hasanuddin Atjo, Ketua Ispikani Sulteng)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization