Sabtu, 8 Agustus 2026

Nelayan dan Masyarakat Pelosok Kini Mereka Sudah Butuh Layanan Internet

Nelayan

PALU EKSPRES, JAKARTA – Internet of Things (IoT) semakin menjadi kebutuhan utama oleh kelompok masyarakat. Tidak hanya di kota besar, masyarakat di daerah pelosok seperti tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) mulai berupaya mengakses layanan tersebut.

Bagi masyarakat daerah terluar, terutama yang berprofesi sebagai nelayan kini menjadi jaringan internet sebagai perangkat untuk meningkatkan hasil tangkapannya. Inovasi itu dikembangkan oleh Kemenko Maritim.

Dengan menggandeng BUMN dan Asosiasi Pemerintah Daerah Kepulauan-Pesisir Indonesia (Aspeksindo), kementerian yang dikomando Luhut B Panjaitan itu mengoptimalkan program “1 Juta Nelayan Berdaulat”. Program 1 Juta Nelayan Berdaulat ini didukung dengan teknologi dan koneksi internet 4G LTE melalui aplikasi fishOn.

Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan menyebut, melalui dukungan teknologi dan koneksi internet 4G LTE, nelayan dapat meningkatkan pemanfaatan sumber daya laut. “Selama ini pemanfaatannya hanya 7 persen menjadi minimal 17 persen,” kata Luhut B Panjaitan kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Pengembangan aplikasi fishOn ini menggandeng Net1 Indonesia, penyedia layanan mobile data broadband 4G LTE. CEO Net1 Indonesia Larry Ridwan mengatakan, ekosistem fishOn memberikan dampak positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat dan sarana untuk komunikasi bagi nelayan. Aplikasi itu juga sebagai sarana untuk pelaporan ancaman kapal saing pencuri ikan.

“Lebih penting lagi, fishOn menciptakan peluang bagi nelayan untuk memperoleh hasil tangkapan ikan lebih banyak,” kata Larry Ridwan. Aplikasi fishOn ini telah dikembangkan di Kabupaten Kepulauan Talaud dan Kabupaten Kaimana sejak 2017 lalu.

“Kami untuk terus berusaha menyediakan layanan internet yang berkualitas bagi masyarakat untuk mendukung kegiatan sehari-hari untuk daerah pelosok, terutama di daerah 3T,” ungkap Larry.

Sejatinya kiprah Net1 ini tidak hanya untuk masyarakat di daerah 3T semata. Sektor lain pun demikian. Buktinya penyediaan layanan internet kapal-kapal besar yang dikelola oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero)/ASDP. (jpc)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital