Jumat, 23 Oktober 2026
Palu  

Belum Dibayar, Warga Cabut Plang Aset Pemkot Palu

PALU EKSPRES, PALU – Pembebasan lahan sekitar Bandara Mutiara Sis Aljufri Palu untuk rencana pembangunan pangkalan udara TNI Angkatan Udara (AU) hingga masih bermasalah. Sejumlah warga pemilik lahan mengaku belum mendapat ganti rugi atas rencana tersebut.

Utamanya lahan sebelah timur bandara yang masuk dalam wilayah Kelurahan Kawatuna Kecamatan Palu Selatan,Palu. Warga mengaku masih ada sekira 1,5hektar lebih lahan milik mereka yang belum mendapat ganti rugi.

Ditengah belum ada kejelasan soal pembayaran, Pemkot Palu malah telah memasang plang pengumuman dilahan warga untuk menegaskan lahan itu adalah aset daerah.

Pemasangan plang pengumuman inipun akhirnya mendapat respon pemilik lahan dengan mencabut plang tersebut, Senin 5 Agustus 2019.

Hasse, salahsatu pemilik lahan mengaku belum ada pembayaran ganti rugi yang ia terima. Namun anehnya Pemkot justru memasang pengumuman yang seolah olah telah terjadi pembayaran ganti rugi.

“Sama sekali belum ada kami menerima ganti rugi,”kata Hasse kepada wartawan.

Sementara ungkap Hasse, mereka telah mendapat informasi bahwa Pemkot Palu telah menganggarkan ganti rugi lahan tersebut dalam APBD. Terlebih lagi kata dia, sebagian warga telah mendapat ganti rugi. Khususnya pemilik lahan sebelah Utara bandara yang masuk wilayah Kelurahan Lasoani.

“27 September 2018, kami sudah bertemu Pemkot Palu dan jajaran TNI. Karena sudah ada ganti rugi untuk pemilik dari Lasoani sebesar Rp1,5milyar. Tapi untuk kami sampai saat ini belum ada,”kata Hasse.

Menurutnya, dia bersama keluarga yang masih menguasai lahan seluas 1,5hektar lebih, sebenarnya tidak lagi mempermasalahkan masalah harga ganti rugi. Karena itu telah melalui proses kesepakatan bersama. Akan tetapi hingga saat ini belum ada kejelasan untuk itu.

“Makanya kami cabut. Karena belum ada pembayaran,”ujarnya.

Sementara Muller, warga lainnya meminta Pemkot Palu transparan soal pemasangan plang pengumuman aset daerah tersebut. Muller berasumsi, jika sudah ada pengumuman demikian, maka artinya telah ada anggaran untuk ganti rugi itu.

Sekiranya sebut Muller, jika Pemkot memang telah menganggarkan pembebasan lahan, maka Pemkot harus menindak lanjuti ganti rugi bagi warga lainnya.

“Tapi sampai sekarang kami belum menerima sepeserpun dana ganti rugi itu,”katanya.

Muller mengaku lahan yang mereka klaim itu adalah harta budel seluas kurang lebih 1,5hektar. Ia pun mengaku , seluruh keluarga tidak mempermasalahkan pernutukan lahan tersebut. Yang menjadi soal saat ini semata-mata hanya meminta pembayaran ganti rugi lahan.

“Patok ini sudah berdiri sejak seminggu lalu. Artinya sudah ada pembayaran. Tolong terbuka saja. Kalau sudah dianggarkan, ya segerala bayar,”tandasnya.

Kepala Bidang Pertanahan Dinas Penataan Ruang dan Pertanahan Kota Palu, Fadel menjelaskan, terjadi mis komunikasi soal pemasangan plang tersebut. Seharusnya plang itu dipasang pada lahan lahan yang sebelumnya telah diganti rugi.

Ia mengaku, lahan yang dimaksud warga memang belum ada pembayaran ganti rugi. Akan tetapi, Badan Keuangan dan Aset Daerah salah menempatkan posisi pengumuman itu.

“Tidak ada koordinasi ke kami,”kata Fadel, yang dikonfirmasi kemudian di kantor Wali Kota Palu.Pihaknya sebut Fadel, seminggu yang lalu bahkan telah meminta badan keuangan untuk mencabut pengumuman itu.

“Karena memang lahan itu belum ada ganti rugi. Saya sudah minta itu dicabut,”katanya.

Fadel menjelaskan, ganti rugi lahan sejauh ini memang baru dianggarkan tahun 2018. Itupun nilainya hanya bisa mengcover ganti rugi sekitar 2 hektar lahan.

“Untuk 2019, belum ada penganggaran untuk itu. Karena APBD kita memang sangat terbatas,”ujarnya.

Sebaliknya, Fadel berharap, mengenai ganti rugi lahan itu, pihak TNI AU harusnya tidak tinggal diam. Minimal sama sama berusaha mencari solusi sumber biaya ganti rugi.

“Jangan hanya hanya dibebankan ke Pemkot Palu saja. Karena APBD sangat terbatas,”ujarnya.

Pihak TNI AU menurut dia sebenarnya bisa mengajukan proposal ke pemerintah provinsi bahkan ke tingkat pemerintah pusat untuk ganti rugi itu.
Dengan pwrtimbangan lokasi bandara Mutiara Sis Aljufri merupakan sentral jalur udara dari semua kabupaten dan lintas provinsi.

Apalagi ketika bencana terjadi, satu satunya akses penerbangan ke bandara Mutiara Sis Aljufri hanya bisa dilakukan pesawat Hercules.

“Setidaknya inikan bisa jadi alasan bagi TNI untuk mengajukan proposal bantuan ke pusat atau ke tingkat provinsi,”pungkasnya.(mdi/palu ekspres)

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam