PALU EKPSES, PARIGI– Tahun ini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) mendapat kucuran dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) Afirmasi dan kinerja senilai Rp 18 Milyar. Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parimo, Adrudin Nur kepada media ini di kantornya, Selasa 1 Oktober 2019.
Menurut Adrudin dana yang dikucurkan oleh pihak Kementerian tersebut, sebagai upaya pemerintah dalam menghadapi era revolusi industri 4.0. yang merupakan program digitalisasi sekolah yang di canangkan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.
Dia mengatakan, ada 73 jumlah sekolah di Parigi Moutong mendapat dana Bos afirmasi yakni, SD 39, kemudian Bos kinerja ada 13 sekolah. Sementara untuk tingkat SMP, dana BOS Afirmasi sebanyak 18 sekolah dan dana BOS kinerja tiga sekolah.
Dijelaskannya, dana BOS Afirmasi dan kinerja sebagaimana yang telah diatur dalam Permendikbud Nomor 31 tahun 2019, itu sebagai upaya pemerintah untuk mempercepat dan meningkatkan mutu pendidikan yang dimulai dari daerah pinggiran dengan digitalisasi sekolah. “Saat ini menjadi tantangan kami untuk meningkatkan pendidikan yang berkualitas, berkarakter. Perlu adanya perkembangan teknologi yang harus diimbangi dengan kemampuan para siswa dan guru,” ungkapnya.
Tujuan dari BOS afirmasi dan kinerja kata dia, adalah merupakan salah satu proses pemberdayaan bagi tenaga pendidik dan peserta didik yang berada di sekolah. Sehingga, Pemerintah Pusat mengucurkan dana untuk afirmasi sebanyak Rp2,8 Triliun dan kinerja Rp 1,5 Triliun di seluruh Indonesia.
Menurut dia, program digitalisasi sekolah akan direalisasikan terhadap 57 sekolah melalui dana BOS Afirmasi, dan 16 sekolah melalui BOS Kinerja baik SD maupun SMP. Melalui program ini katanya, pemerintah akan memberikan sarana sebagai tempat belajar di sekolah berupa, tablet kepada kelas 6, kelas 7 dan kelas 10. Kemudian, terkait kriteria untuk menerima Dana Bos afirmasi dan kinerja proses penilaian oleh kementerian melalui data pokok kependidikan.
Dalam pertemuan beberapa waktu lalu di Jakarta ungkap Adrudin, pihaknya melakukan protes terhadap sejumlah sekolah di Parimo yang telah ditetapkan untuk mendapat bantuan BOS afirmasi dan kinerja, sebab hasil itu kata dia sudah bersifat final.
“Program ini merupakan permulaan, pastinya akan ada evaluasi terkait itu. Hanya saja kita berharap penentuan penerima bantuan itu dikembalikan ke daerah untuk menentukannya,” harapnya. Untuk proses pencairan dana Bos afirmasi dan kinerja tambahnya, tidak berbeda dengan pencairan dana BOS reguler yang harus mendapatkan rekomendasi dari pihaknya. (asw/palu ekspres)





