Senin, 7 September 2026
Opini  

Sell My Self

Oleh : Muhd Nur Sangadji

DALAM sebuah acara talk show yang digelar komunitas tangan di atas (TDA), saya dibuat tercengang. Acara itu menghadirkan para pekerja UMKM se kota Palu. Didesain untuk topik Palu bangkit. Saya diminta untuk membangun Spirit berusaha dari para pegiat UMKM tersebut, pasca bencana Palu.

Tapi, yang membuat saya tercengang adalah lahirnya pertanyaan dari salah seorang pengusaha muda ketika itu. Dia bertanya, apa usaha atau produk pak Nur Sangadji yang bisa dijual? Ini kata dia, penting, supaya bisa dijadikan contoh. saya sedikit bingung dan panik. Tapi, saya menjawab sekenanya. Sekenanya, karena memang saya tidak mempersiapkan jawabannya. Spontan saya jawab, produk saya adalah diri saya. Dan saya menjualnya. I sell my self. Yaa, menjual diri saya.

Nah, sekarang mereka yang tercengang. Tak menyangka itu jawabannya. Selama ini yang ada di benak kita, menjual diri itu amat negatif. Asosiasinya adalah PSK atau pekerja seks komersial. Padahal menjual diri itu hampir mutlak bagi semua pekerja jasa, bahkan terutama politisi dalam konstestasi. Dan, birokrasi dalam pelayanan publik. Semuanya menyatukan paling kurang tiga hal yang saya sebut ICC (integrity, credibility dan capacity).

Benar, Integritas, kredibilitas dan kapasitas. Ketiga hal ini menjadi ukuran kualitas individu seseorang. Biasanya rusak, ketika masuk unsur yang ke empat yaitu isi tas. Hal yang terakhir ini identikit dengan materi dan pragmatisme. Money politic sebagai contoh kongkritnya. Menjual diri itu membikin diri kita laku di beli orang. Laku itu harus identik dengan disenangi, diakui, dihormati, dipercaya bahkan dirindukan. Semuanya bermakna positif. Laku juga bisa bermakna negatif. Yaitu, ketika kesenangan yang dibeli atau berbayar. Kita memaksa orang menyenangi kita dengan membayar mereka.

Banyak produk ditolak orang bukan karena produknya semata. Tapi, karena individu pemilik atau penjaja produk tersebut tidak disenangi perangainya oleh banyak orang. Mereka menjadi penyebar Info negatif yang paling efektif. Informasinya mengalir deras, maka produk kita pun ditinggalkan orang.

Kalau ada wanita penjaja seks, kita sebut PSK. Lantas, Dosen menjual diri disebut apa.? Saya bilang pekerja Dosen Komersial (PDK) atau lebih halus dikit kita sebut pekerja Dosen Sukarela (PDS) . Atau, kalau mau keren dikit kita panggil dengan sebutan volunteer lecturers worker (VLW).

Waktu terlibat dengan Jica (Japan international corporations Agency), kami memperkenalkan istilah pekerja pengembangan masyarkat, community development worker, disingkat CD worker. Supaya spirit ini terpeliara, kami membangun dan menghimpun diri ke dalam wadah bernama COMMIT (community Inisiatif for Transformation), berkedudukan di Makassar-indonesia. Terus aktif berkarya hingga kini.

Karena itu, mungkin kurang pas disebut pekerja Dosen professional. Sebab yang ini terlalu berkonotasi komersial, mengejar profit melulu. Meskipun professional itu “eligible to be payed”, layak memperoleh imbalan. Tapi, volounteer itu, meskipun layak, dia tidak bersedia menerimanya. Menjual diri, tapi bayarannya tidak selalu berupa materi. Entahlah. ***

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam