Sabtu, 8 Agustus 2026
Palu  

Pemprov dan Kota Palu Perlu Sinkronisasi Soal Drainase

libu ntodea

PALU EKSPRES, PALU – Anggota Komisi B DPRD Palu, Muslimun, berpendapat perlu adanya singkronisasi program perbaikan maupun pembangunan drainase antara pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Kota Palu.

Ketiadaan singkronisasi kata dia menjadi salah satu kendala dalam upaya perbaikan fungsi drainase. Pasalnya Pemerintah Kota Palu tidak berwenang terhadap seluruh ruas jalan dan drainase dalam kota. Hal ini kerap menggangu upaya perbaikan drainase.

“Contohnya Jalan Emi Saelan. Ketika ada fungsi drainase yang terganggu di jalan ini, maka Pemkot Palu tidak bisa melakukan perbaikan. Karena itu bukan kewenangannya,”kata Muslimun dalam kegiatan libu ntode dengan tema sengkarut drainase Kota Palu dan solusinya, Jumat 15 November 2019 di warkop Anshor Palu.

Menurut Muslimun, hal tersebut juga bisa menyebabkan pembangunan drainase tidak merata. Perbaikan drainase pun nantinya dikawatirkan bisa terjadi sepotong-sepotong karena program yang dijalankan tidak sejalan.

Beberapa ruas jalan ujar dia yang sering menjadi langganan banjir karena fungsi drainase terganggu diantaranya Jalan Diponegoro dan Jalan Emi Saelan Palu. Dua ruas jalan ini adalah jalan provinsi. Sehingga ketika drainase terganggu dan menyebabkan genangan air, Pemkot tidak bisa mengambil tindakan.

“Jadi singkronisasi ini perlu dirancang bersama dalam master plant drainase kita. Secara komprehensif dari hulu dan hilir,”sebutnya.

Kendala lain yang menyebabkan gagal fungsi drainase adalah perencanaan. Menurut Muslimun, beberapa ruas jalan dan dainase terlihat dirancang serampangan. Misalnya badan jalan yang lebih rendah dari drainase. Semestinya kata dia, elevasi jalan harus lebih tinggi untuk mengalirkan air ke tempat rendah.

“Kadang kontruksinya keliru. Drainase yang terbangun lebih diatas dari jalan,”ujarnya.

Kedepan kata dia, dinas terkait harus lebih ketat mengawasi setiap pembangunan drainase. Hal inipun ia nilai menjadi penyebab konstruksi dibangun secara asal-asalan. Pemkot Palu pun perlu ketat dalam menerbitkan izin mendirikan bangunan (IMB).

Karena dibeberapa ruas jalan, fungsi drainase terganggu karena masyarakat telah menutupinya dengan beton untuk keperluan pribadi. Ini menyebabkan, Pemkot kesulitan ketika hendak membersihkan sampah yang menumpuk dalam drainase.

“Keseriusan terbitkan IMB. Jangan hanya dilandaskan pada semangat pajak. Pemberian IMB harus betul betul diawasi. Terlebih kini harus disesuaikan dengan kerawanan gempa,”katanya.

Yang paling penting kata dia adalah partisipasi dan kesadaran masyarakat. Perawatan drainase harus melibatkan masyarakat. Drainase memang proyek pemerintah. Akan tetapi dimanfaatkan bersama masyarakat.

Sememtara jika berbicara soal perbaikan drainase, maka tambah Muslimun hal itu tidak boleh hanya dilakukan Pemkot Palu. Program dan perencanaan termasuk anggaran harus dikeroyok bersama. Mulai dari kota hingga pemerintah pusat. Pendekatannya pun perlu pendekatan politik.

“Perlu dorong juga wakil ditingkat pusat untuk sambungkan program dari kota dan provinsi. Karena anggaran kota dan provinsi terbatas. Butuh intervensi anggaran dengan lobi wakil di pusat. Khususnya komisi terkait infrastruktur,”pungkasya.(mdi/palu ekspres)

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital