Minggu, 9 Agustus 2026
Opini  

Kelor di Tengah Kemiskinan dan Stunting, Peluang dan Tantangan Pascabencana

Hasanuddin atjo

Oleh Hasanuddin Atjo (Kepala Bappeda Sulteng)

KEMISKINAN salah satu persoalan yang menjadi prioritas Jokowi-Ma’ruf untuk ditangani dalam priode 5 tahun ke depan dan juga menjadi prioritas di daerah.

Secara Nasional jumlah penduduk miskin per Maret 2019 sebesar 25,14 juta orang atau 9.41 persen. Dan, secara regional Sulawesi Tengah 410,36 ribu orang atau 13,48 persen.

Selain Kemiskinan, stunting atau kondisi gagal tumbuh pada tubuh dan otak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama juga menjadi persoalan bersama yang harus diselesaikan guna mewujudkankan visi panjang Indonesia Hebat 2045.

Berdasarkan data riset kesehatan dasar (Riskesdas) bahwa di tahun 2018 angka stunting nasional sekitar 30,8 persen dan regional Sulawesi Tengah sebesar 36,1 persen. Ini bermakna bahwa tiga dari anak balita Indonesia hidup dalam kondisi stunting.

Sisi Mata Uang dan Desain Bisnis

Kemiskinan dan Stunting bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu penyelesaiannya harus secara paralel. Pemberian pemahaman tentang pentingnya asupan gizi mulai dari janin dikandung sampai usia balita, intervensi pemberian makanan bergizi dan bantuan program kemiskinan tentunya tidak cukup. Masyarakat miskin harus segera dilibatkan dalam bisnis yang dalam keterjangkauan daya dan kapasitasnya. Harus dipilih komoditas yang mudah ditumbuhkan dan dirawat, serta desain bisnisnya dalam sebuah kerangka industrialisasi agar berkelanjutan.

Kelor atau bahasa latinnya Moringa Oleifera mudah tumbuh di daerah tropis karena membutuhkan intensitas cahaya tinggi dan iklim yang kering (wilayah dengan curah hujan rendah).

Wolrd Health Organization, WHO Organisasi Kesehatan Dunia, PBB menganjurkan agar ibu hamil, bayi dan anak pada fase pertumbuhan diberi konsumsi kelor, karena khasiat dari daun maupun buah kelor. Konsentrasi Potasium kelor tiga kali lipat dari pisang, kalsium empat kali lipat daripada susu, vitamin C tujuh kali lipat daripada jeruk, vitamin A empat kali lipat lebih banyak dari pada wortel. Bahkan, kandungan protein dua kali lipat dari pada susu.

Kandungan gizi yang dikandung daun maupun biji kelor sangat bermanfaat. Pertama, menjaga berat badan agar tetap seimbang berat badannya, karena mengandung polyphenol yang tinggi, yang bekerja sebagai antioksidan untuk detoksifikasi racun di dalam tubuh, dan memperkuat sistem kekebalan tubuh. Kedua, bahan pembuatan kosmetik menghilangkan flek dan sebagai pelembab wajah.

Karena tujuannya untuk kebutuhan dalam negeri dan kebutuhan masyarakat dunia, maka pengembangan komoditas ini harus dirancang sebagai komoditas industri dengan standar pasar Internasional. Teknologi penyediaan benih, pembudidayaanya dan prosessing hingga produk turunan dan ikutannya harus dipersiapkan. Demikian pula dengan penyiapan kelembagaan di masyarakat yang selama ini juga menjadi persoalan.

Tantangan Pimpinan Daerah dan Masyarakat

Tiga puluh empat Provinsi dan bupaten/kota di Indonesia tentunya harus bersama- sama memprioritaskan menyelesaikan kedua masalah ini. Presiden Jokowi dan wakilnya Ma’ruf Amin telah mengagendakan 5 prioritas di priode 2019-2024 yaitu pengembangan SDM, infrastruktur, penyerderhanaan regulasi, penyederhanaan birokrasi dan transformasi ekonomi.

Tahun 2024 merupakan proses pemilihan kepala daerah serentak. Dan tahun 2020 merupakan pemilihan tahap akhir sebelum tahun 2024. Harapan kita semua tentunya yang terpilih benar-benar yang visioner, adaptif, inovatif dan update karena sudah berada di Era Industri 4.0 dan Society Industri 5.0.

Peran masyarakat menjadi sangat strategis dalam menyalurkan hak suaranya. Demikian pula partai yang memiliki hak mengusung. Pandangan sejumlah kalangan bahwa minimal 70 persen yang terpilih adalah pasangan yang sesuai kriteria untuk membawa daerahnya keluar dari persoalan Kemiskinan dan Stunting.

Wilayah PADAGIMO

Palu, Donggala, Sigi dan Parigi Moutong (PADAGIMO) yang bermakna “Kemenangan” adalah wilayah yang sangat terdampak oleh bencana gempa, tsunami dan likuefaksi tanggal 28 September 2018. Dampak lanjut yang ditimbulkan tentunya terkait dengan kemiskinan, pengangguran dan rawan gizi.

Saat ini juga Pemerintah pusat dan daerah termasuk JICA dan Organisasi dunia lainnya sedang merumuskan formulasi pemulihan ekonomi pascabencana itu. Kunjungan beberapa pejabat Bappenas bersama sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi dan beberapa kabupaten/kotanya yang difasilitasi JICA, Japan International Cooperation Agency dari tanggal 5 – 14 November tahun
2019 telah memberikan banyak pembelajaran dan inspirasi termasauk gagasan kemungkinan membangun kerjasama antar provinsi “Sulawesi Tengah, Indonesia – Miyagi, Jepang” dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi serta ekonomi.

Pengembangan komoditas Kelor yang berorietasi industri dan berbasis masyarakat dapat dikerjasamakan, karena selain nilai gizinya yang sangat bermanfaat, mudah tumbuh dan tidak rentan dengan penyakit, juga iklim Indonesia termasuk Sulawesi Tengah yang sangat sesuai.
Harapannya pokok pikiran ini bisa menjadi referensi dan inspirasi menuju Sulteng dan Indonesia HEBAT di 2045.  SEMOGA.

Fleksibilitas Baru Dalam Pengelolaan Infrastruktur Dihadirkan Oleh Teknologi Berbasis Cloud
Efisiensi Operasional Meningkat Berkat Teknologi Analitik Modern Dengan Pemantauan Berkelanjutan
Fondasi Baru Untuk Efisiensi Operasional Terbentuk Dari Platform Digital Modern
Adaptasi Terhadap Perubahan Teknologi Dipercepat Melalui Integrasi Kecerdasan Buatan
Pengelolaan Sistem Lebih Efektif Didukung Oleh Teknologi Pemantauan Cerdas
Stabilitas Operasional Terjaga Berkat Teknologi Digital Terintegrasi Dengan Analisis Berkelanjutan
Tantangan Transformasi Digital Dihadapi Secara Efektif Melalui Infrastruktur Modern Berbasis Analitik
Kolaborasi Dan Efisiensi Operasional Diperkuat Oleh Integrasi Teknologi Berbasis Cloud
Akurasi Evaluasi Kinerja Sistem Meningkat Berkat Platform Monitoring Digital
Ketahanan Operasional Di Era Digital Meningkat Melalui Pemanfaatan Analisis Data
Optimalisasi Pola Mahjong Ways Dilakukan melalui Algoritma Probabilistik Cerdas
Dompet Digital Mengubah Kebiasaan Transaksi dalam Ekosistem Monopoly Live
Ancaman Siber Mendorong Industri Permainan Memperkuat Keamanan Infrastruktur Digital
Digitalisasi Administrasi Pangkas Waktu Verifikasi Pengguna Live Blackjack
Perilaku Pemain Modern Dikaji melalui Model Adaptasi Strategis
Media Sosial Memperkuat Hubungan Provider dengan Komunitas Penggemar Gates of Olympus
Mahjong Wins 3 Menunjukkan Pergeseran Tren Hiburan Berbasis Teknologi Modern
Analisis Distribusi Mengungkap Kendala Penayangan Crazy Time di Berbagai Wilayah
Pemetaan Digital Memperkuat Distribusi Server serta Manajemen Trafik Lightning Roulette
Peluang Baru Industri Mahjong Indonesia Muncul dari Pergeseran Perilaku Digital
Pendekatan Baru Dalam Pengelolaan Platform Permainan Daring Modern Terbentuk Dari Blockchain Dan Big Data
Skalabilitas Game Online Di Tengah Pertumbuhan Pengguna Digital Global Didukung Infrastruktur Cloud Native
Transparansi Ekosistem Game Online Berbasis Teknologi Masa Kini Didukung Blockchain Modern Dan Smart Contract
Ekosistem Game Modern Yang Lebih Terhubung Terbentuk Dari Integrasi Internet Of Things Dan Artificial Intelligence
Industri Game Modern Menyesuaikan Layanan Dengan Perubahan Perilaku Digital Berkat AI Berbasis Prediksi
Performa Game Multiplayer Meningkat Melalui Teknologi Edge Computing Dengan Pemrosesan Data Lebih Cepat
Platform Game Multiplayer Mengantisipasi Ancaman Siber Lebih Efektif Berkat Cyber Intelligence Modern
Pengembangan Game Modern Menjadi Lebih Fleksibel Dan Adaptif Berkat Artificial Intelligence Berbasis Cloud
Transformasi Digital Perusahaan Skala Kecil Dan Menengah Dipercepat Melalui Pengembangan Aplikasi Low Code
Visibilitas Konten Pada Google Discover Meningkat Secara Organik Berkat Strategi Search Engine Optimization